SUKABUMIUPDATE.com - Memasuki hari ke-10 Jumat (28/8/2026), relawan asal Sukabumi dari Komunitas Sobat Senyum Sukabumi, dr. Jabal Cahyo Wibowo, kembali menyusuri wilayah-wilayah yang belum tersentuh pelayanan medis, usai Gempa bumi yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 15 Agustus 2026.
Pada hari ini, dr. Jabar bersama tim relawan masih melakukan pelayanan di wilayah Kabupaten Nagekeo, NTT. Tim merencanakan perjalanan menuju sejumlah daerah yang membutuhkan pemeriksaan dan penanganan kesehatan seperti di wilayah Desa Bheda, Kecamatan Nangaroro.
Pelayanan kesehatan yang dilakukan terutama menyasar kelompok rentan, seperti lanjut usia, ibu hamil, dan anak-anak. Selain pemeriksaan kesehatan umum, tim medis juga melakukan penanganan terhadap warga yang mengalami luka.
"Kami masih menyusuri daerah-daerah yang memang belum tersentuh medis. Pemeriksaan diprioritaskan untuk lansia, ibu hamil, dan anak-anak. Setelah itu, apabila ada korban luka, kami juga melakukan pemeriksaan dan penanganan terhadap lukanya," ujar dr. Jabal, kepada Sukabumiupdate.com.
Baca Juga: Bukan Sekadar Pelengkap Makanan, Ini Manfaat Sayuran Hijau bagi Kesehatan
Ia juga mengabarkan bahwa aktivitas gempa masih dirasakan oleh warga dan relawan di wilayah tersebut. Menurutnya, gempa-gempa kecil masih beberapa kali terjadi pada malam hari.
Sebelumnya, pada Selasa (26/8/2026), dr. Jabal dan tim relawan melakukan penanganan terhadap seorang pasien di salah satu posko di wilayah Marapokot.
Pasien tersebut diketahui memiliki riwayat Diabetes Melitus (DM) dan mengalami hipoglikemia setelah tidak makan selama satu hari. Kondisinya semakin mengkhawatirkan karena pasien mengalami lemas hingga penurunan kesadaran.
Tim relawan mendapatkan laporan bahwa pasien membutuhkan bantuan untuk mendapatkan rujukan ke fasilitas kesehatan terdekat.
"Dalam perjalanan menuju salah satu laporan dari posko sekitar 15 kilometer, ada pasien dengan riwayat penyakit gula yang dikabarkan mengalami hipoglikemia," kata dr. Jabal saat dalam perjalanan menuju lokasi.
Baca Juga: PSSI Targetkan Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Nasib John Herdman Jadi Sorotan
Setibanya di posko, tim medis segera melakukan pertolongan pertama. Pasien mendapatkan pemasangan jalur intravena serta penanganan dengan pemberian glukosa oral.
Kondisi kesadaran pasien sempat membaik setelah mendapatkan penanganan awal dari tim relawan. Selanjutnya, pasien dibantu untuk dirujuk ke Rumah Sakit Lapangan di wilayah Nagekeo untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.
"Alhamdulillah pasien sudah kita rujuk ke IGD rumah sakit terdekat dan dilakukan penanganan lebih lanjut. Pasien bisa sampai dengan selamat dan langsung mendapatkan penanganan," ujar dr. Jabal.
Namun, setelah proses rujukan dan penanganan medis dilakukan, dr. Jabal kemudian mendapatkan kabar bahwa pasien tersebut meninggal dunia di rumah sakit pada sore hari.
Pasien dilaporkan meninggal sekitar pukul 17.00 WIB pada hari yang sama.
Baca Juga: Sukabumi City Tour, Cara Pemkot Hidupkan Wisata Sejarah dan Budaya
Kondisi tersebut menjadi salah satu gambaran tantangan pelayanan kesehatan di wilayah terdampak gempa NTT. Sejumlah warga masih membutuhkan akses pemeriksaan medis, obat-obatan, penanganan luka, hingga bantuan rujukan ke fasilitas kesehatan.
Di tengah keterbatasan tersebut, relawan dari berbagai daerah terus bergerak menjangkau wilayah-wilayah yang membutuhkan bantuan, termasuk daerah yang akses pelayanan medisnya masih terbatas.














