Relawan Ojol Kecewa karena Massa Botok Pulang Usai Bertemu DPR RI, Benarkah karena Rupiah?

Sukabumiupdate.com
Kamis 27 Agu 2026, 20:35 WIB
Relawan Ojol Kecewa karena Massa Botok Pulang Usai Bertemu DPR RI, Benarkah karena Rupiah?

Sejumlah relawan ojol mengaku kecewa karena merasa ditinggalkan setelah selama beberapa hari ikut membantu perjuangan AMPB di Jakarta. (Sumber: dok warganet)

SUKABUMIUPDATE.com - Aksi 27 Agustus 2026 di DPR RI menyisakan banyak cerita. Salah satunya kekecewaan relawan ojol karena ditinggal pulang massa Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB). Relawan Ojol kecewa karena merasa ditinggal begitu saja oleh Supriyono alias Botok dan massa dari Pati, setelah audiensi dengan pimpinan DPR RI/

Sejumlah relawan ojol mengaku kecewa karena merasa ditinggalkan setelah selama beberapa hari ikut membantu perjuangan AMPB di Jakarta. Mereka mengaku turut mengawal rombongan hingga membantu kebutuhan logistik selama aksi.

Salah satu relawan ojol, Melva Pardede, mengatakan para driver ojol telah ikut membersamai AMPB sejak sebelum aksi digelar. Karena itu, keputusan massa AMPB meninggalkan lokasi setelah audiensi membuat para relawan merasa pengorbanan mereka tidak dihargai.

Baca Juga: Kemlu RI: 45 WNI Berada di Nepal, Belum Ada Laporan Terdampak Banjir Bandang

"Kalian luar biasa. Hanya karena rupiah kalian tinggalkan kami di sini," tambah Melva dilansir dari suara.com.

Melva menilai keputusan AMPB untuk membubarkan diri terlalu cepat. Menurut dia, massa aksi lainnya masih berada di sekitar Gedung DPR RI ketika rombongan AMPB memilih meninggalkan lokasi.

"Saya warga Jakarta kami marah besar, kecewa. Rekan saya di sini kecewa. Kalian belum. selesai main pulang aja. Mana janjinya," katanya menambahkan.

Baca Juga: Total 12 Pelajar Sukabumi Diamankan di Bogor, Ngaku Dapat Ajakan Demo Jakarta via WA

Kekecewaan tersebut membuat Melva dan sejumlah rekan ojol menyatakan tidak ingin kembali membantu AMPB apabila mereka kembali menggelar aksi di Jakarta. Melva juga meminta pihak AMPB segera meminta maaf kepada para driver ojol yang merasa kecewa atas sikap mereka setelah audiensi.

"Satu kali 24 jam kalian gak minta maaf jangan harap kalian menginjak Jakarta. 1x24 jam kami tunggu minta maaf," tegasnya.

Sebelumnya, AMPB menggelar aksi di depan Gedung DPR RI dengan membawa dua tuntutan utama, yakni pengesahan RUU Perampasan Aset dan penerapan hukuman mati bagi koruptor. Dalam audiensi dengan pimpinan DPR, Koordinator AMPB Supriyono alias Botok bersama sejumlah perwakilan menyampaikan aspirasi terkait pemberantasan korupsi, terutama desakan agar RUU Perampasan Aset segera disahkan.

Baca Juga: Persib Bandung vs Manila Digger di ACL Two 2026: Intip Persiapan Pangeran Biru Jelang Laga

Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad menyampaikan komitmen untuk menyelesaikan dan mengesahkan RUU Perampasan Aset paling lambat 15 Desember 2026. Komitmen tersebut dituangkan dalam kesepakatan tertulis yang ditandatangani dan disaksikan perwakilan AMPB. Setelah menerima komitmen tersebut, massa AMPB kemudian membubarkan diri dan meninggalkan kawasan Gedung DPR RI.

Sementara itu, sejumlah kelompok massa lainnya masih berada di sekitar Gedung DPR RI untuk melanjutkan aksi.

Editor :
Berita Terkait
Berita Terkini