Sukabumi City Tour, Cara Pemkot Hidupkan Wisata Sejarah dan Budaya

Sukabumiupdate.com
Kamis 27 Agu 2026, 22:42 WIB
Sukabumi City Tour, Cara Pemkot Hidupkan Wisata Sejarah dan Budaya

Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki bersama jajaran Forkopimda saat City Tour telusuri sejarah Sukabumi tempo dulu, Rabu (26/8/2026) | Foto : Dokpim

SUKABUMIUPDATE.com – Mengembangkan sektor pariwisata tidak selalu harus dengan menghadirkan destinasi baru. Pemerintah Kota Sukabumi memilih cara berbeda dengan menghidupkan kembali potensi sejarah dan budaya yang telah menjadi bagian dari perjalanan kota.

Upaya tersebut dikemas melalui program Sukabumi City Tour yang kembali digelar pada Rabu (26/8/2026). Program ini mengajak wisatawan maupun masyarakat mengenal lebih dekat berbagai situs bersejarah yang tersebar di Kota Sukabumi.

Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki memimpin langsung kegiatan tersebut. Dalam rombongan turut hadir Wakil Wali Kota Sukabumi Bobby Maulana, sejumlah unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), perwakilan Bank BJB, Dinas Perhubungan, Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), serta Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora).

Rombongan memulai perjalanan dari Balai Kota Sukabumi dan mengunjungi sejumlah lokasi yang menyimpan cerita perjalanan Kota Sukabumi. Di antaranya Museum Soekaboemi Tempo Doeloe, Museum Setukpa Polri, Rumah Tahanan Bung Hatta, hingga Museum Tionghoa.

Ayep mengatakan, keberadaan situs dan bangunan bersejarah merupakan aset yang dapat dikembangkan menjadi daya tarik wisata. Karena itu, pemerintah tidak hanya berkewajiban menjaga peninggalan sejarah, tetapi juga memperkenalkannya kepada masyarakat luas.

"Keberadaan berbagai situs bersejarah merupakan aset yang dapat dikembangkan menjadi daya tarik wisata. Karena itu, pemerintah kota tidak hanya berkewajiban menjaga peninggalan tersebut, tetapi juga perlu memperkenalkannya kepada masyarakat luas," kata Ayep di sela kegiatan.

Baca Juga: Survei Tempo: Kepuasan Publik terhadap Prabowo-Gibran Turun dari 75 Persen Jadi 37 Persen

Menurutnya, konsep Sukabumi City Tour mendapat respons positif dari wisatawan. Program tersebut tercatat pernah diikuti sekitar 800 peserta yang berasal dari berbagai daerah, termasuk dari luar Jawa Barat.

"Kalau tur hari ini terasa sangat spesial karena kita berkeliling menyusuri sejarah bersama seluruh elemen Forkopimda," ujarnya.

Libatkan Mojang Jajaka

Konsep Sukabumi City Tour tidak hanya mengandalkan wisata sejarah. Pemerintah Kota Sukabumi juga memasukkan unsur budaya lokal dan pelayanan wisatawan dalam program tersebut.

Wisatawan yang datang melalui Stasiun Sukabumi akan mendapatkan sambutan dari Mojang Jajaka. Selanjutnya, mereka diajak menikmati sejumlah kawasan kota menggunakan kendaraan khusus.

Kehadiran Mojang Jajaka tidak sebatas menjadi pendamping perjalanan. Mereka juga menjadi representasi budaya daerah dalam menyambut wisatawan yang datang ke Kota Sukabumi.

Peran tersebut turut mendapat apresiasi. Perwakilan Mojang Jajaka Kota Sukabumi sebelumnya berhasil meraih penghargaan The Best Parigel di tingkat Jawa Barat.

Bagi Pemkot Sukabumi, kombinasi antara sejarah, budaya dan pelayanan wisata menjadi bagian penting dalam membangun pengalaman wisata yang lebih menarik.

Baca Juga: Api Masih Berkobar Hingga Malam, Kebakaran di Cikembar dan Gunungguruh Sukabumi

Masuk Empat Besar Tata Kelola Pariwisata Jabar

Pengembangan wisata berbasis sejarah dan budaya juga turut mendukung capaian Kota Sukabumi di sektor pariwisata.

Kota Sukabumi berhasil menempati posisi keempat dari 27 kabupaten/kota se-Jawa Barat dalam tata kelola pariwisata. Capaian tersebut meningkat dibandingkan raihan sebelumnya yang berada di posisi lima besar.

Capaian itu menjadi dorongan bagi pemerintah daerah untuk terus memperkuat pengelolaan sektor pariwisata. Potensi sejarah yang tersebar di berbagai sudut kota dinilai dapat dikemas menjadi destinasi yang tidak hanya menarik, tetapi juga memiliki nilai edukasi dan ekonomi.

Melalui Sukabumi City Tour, pemerintah berupaya mengubah cara masyarakat memandang peninggalan sejarah. Bangunan, museum dan berbagai situs bersejarah tidak lagi sekadar dipandang sebagai bagian dari masa lalu, tetapi dapat dihidupkan sebagai bagian dari aktivitas wisata.

Kolaborasi lintas sektor menjadi salah satu kunci pengembangannya. Pemerintah, Forkopimda, pelaku budaya dan masyarakat diharapkan dapat bergerak bersama untuk menjadikan sejarah Kota Sukabumi sebagai modal memperkuat identitas daerah sekaligus membuka peluang ekonomi melalui sektor pariwisata.

Dengan konsep tersebut, Sukabumi City Tour bukan hanya menjadi perjalanan berkeliling kota. Program ini menjadi upaya untuk membawa kembali cerita masa lalu ke ruang publik sekaligus menjadikannya sebagai pengalaman wisata yang relevan bagi masyarakat masa kini.

Berita Terkait
Berita Terkini