Sandiaga Minta Relawannya Hati-Hati Sosialisasi di Medsos

Sandiaga Minta Relawannya Hati-Hati Sosialisasi di Medsos

SUKABUMIUPDATE.COM - Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno meminta kepada para relawan yang mendukungnya bersama Calon Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan agar berhati-hati bila melakukan sosialisasi di media sosial.

"Pesan khusus saya bilang hati-hati dalam bersosialisasi khususnya di Medsos dan di WhatsApp Group Jadi kalau ada berita yang nyampe jangan langsung otomatis forward jangan otomatis share cek dulu bener atau tidak Apakah informasi itu betul-betul akurat dan bisa dipertanggungjawabkan," kata Sandiaga di Jakarta, Sabtu.

Selanjutnya dilakukan pengecekan lagi, apakah kalau kita cari itu bermanfaat bagi Jakarta yang lebih baik dan lebih sejahtera Dan dicek lagi apakah akan menyinggung pihak-pihak lain atau mengganggu komitmen bersama terhadap demokrasi, katanya.

"Seandainya baik baru boleh disebar jadi kita hanya menyebarkan berita yang baik dan berita yang akan membawa optimisme suasana yang sangat positif dan kondusif untuk Jakarta yang lebih baik lagi ke depan," kata Sandiaga.

Sebanyak 30.000 Duta Ambasador Anies - Sandi disiapkan di seluruh RW dan 2.700 lebih Duta Ambasador di RT seluruh wilayah Jakarta untuk memenangkan Pilkada DKI Jakarta 2017.

Jadi dibentuk kecamatan dan kita turunkan ke kelurahan dan juga akan diturunkan ke RW dan RT mereka adalah Duta yang akan melakukan diseminasi dan sosialisasi program-program dari Anies - Sandi.

"Visi misi kita akan dibagikan dan juga mereka harus bisa menangkap aspirasi jadi komunikasinya bukan satu arah tapi dua arah mereka juga ikut mendengar layaknya sebagai seorang Duta yang luar biasa dan berkuasa penuh," kata Sandiaga.

Pasukan Anies - Sandi pada Pilkada DKI Jakarta diusung oleh partai Gerindra dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Sedangkan pasangan yang lain ikut pada pilkada Jakarta adalah pasangan Agus Harimurti Yudhoyono - Sylviana Murni dan Basuki Tjahaja Purnama - Djarot Saiful Hidayat.

Topik Terkait
Berita Terkini
Ilustrasi - Tulisan ini mengajak kita merenungkan ironi tentang sensitivitas terhadap yang masuk ke perut, tetapi sering abai terhadap yang masuk ke rekening. (Sumber : AI/Gemini).

Lebih Takut Daging Babi daripada Uang Korupsi?

Seorang office boy panik usai tak sengaja memakan daging babi. kisah itu, muncul refleksi tajam tentang korupsi, uang haram, dan mengapa manusia sering lebih takut pada makanan terlarang daripada harta yang diperoleh tidak halal.

07 Nov 2026, 17:18 WIB