Bom Tua Ditemukan di Bandara Rendani Manokwari

Bom Tua Ditemukan di Bandara Rendani Manokwari

SUKABUMIUPDATE.COM - Sebuah bom tua peninggalan Perang Dunia II ditemukan di Bandar Udara Rendani Manokwari, Papua Barat, Jumat.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Papua Barat AKBP Hary Supriyono di Manokwari, Jumat, mengatakan bahwa bom tua itu berukuran panjang 95 centimeter (cm) dan diameter 90 cm. Saat ini bom yang diduga masih aktif itu diamankan di Markas Komando Satuan Brigade Mobil Daerah (Brimobda) Papua Barat.

Dia menjelaskan, bom ditemukan sekitar pukul 14.30 WIT oleh operator alat berat saat menggali tanah dipinggir landasan pacu Bandara Rendani.

"Bom ini ditemukan terkubur tanah dan dibagian luarnya sudah sangat berkarat. Kemungkinan sudah tekubur hingga puluhan tahun," kata Hary.

Dia menjelaskan, penemuan bom tersebut sudah diketahui oleh pihak otoritas bandara serta kepala unit bandara tersebut. Aparat kepolisian pun bergegas datang setelah memperoleh laporan atas penemuan bom ini.

"Tim Gegana Brimob datang sekitar pukul 16.30 WIT dipimpin oleh Bripka Roy R. bersama enam orang anggotanya. Tak lama mereka memindahkan bom Mako Brimob," katanya menambahkan.

Penemuan bom sisa Perang Dunia II bukan baru sekali ditemukan di kawasan Bandara Rendani karenabeberapa tahun lalu juga ada kasus serupa saat bandara tersebut dalam tahap pelebaran.

Bagi warga penemuan bom tersebut sudah terbiasa, bahkan mengerumuni lokasi dan mencari kesempatan untuk memotret bom tersebut sehingga perlu pengamanan polisi.

Penemuan bom selama ini pun, tidak mengganggu aktivitas penerbangan di bandara tersebut dan para pekerja di lokasi tersebut terlihat tetap menjalankan aktivitas seperti biasa.

Topik Terkait
Berita Terkini
Ilustrasi - Tulisan ini mengajak kita merenungkan ironi tentang sensitivitas terhadap yang masuk ke perut, tetapi sering abai terhadap yang masuk ke rekening. (Sumber : AI/Gemini).

Lebih Takut Daging Babi daripada Uang Korupsi?

Seorang office boy panik usai tak sengaja memakan daging babi. kisah itu, muncul refleksi tajam tentang korupsi, uang haram, dan mengapa manusia sering lebih takut pada makanan terlarang daripada harta yang diperoleh tidak halal.

07 Nov 2026, 17:18 WIB