Tiga Pasangan Calon Gubernur Jakarta Ikuti Tes Psikologi

Tiga Pasangan Calon Gubernur Jakarta Ikuti Tes Psikologi

SUKABUMIUPDATE.COM - Tiga pasangan Bakal Calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta tengah menjalankan tes psikologi di Rumah Sakit Angkatan Laut (RSAL) Mintohardjo, Jakarta, Minggu pagi.

Tes pemeriksaan psikis para pasangan calon pemimpin Ibu Kota ini telah dimulai sekitar pukul 8.00 WIB, dan diperkirakan selesai pada siang hari.

Pada Sabtu (24/9), Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta mengatakan tes psikologi akan dibagi dua tahap, yakni tes tertulis dan wawancara.

Bakal Calon Wakil Gubernur Sylviana Murni menjadi kandidat pertama yang tiba di RSAL Mintohardjo, yakni pukul 06.46 WIB.

Kedatangan Sylviana kemudian diikuti Calon Wakil Gubernur Agus Harimurti Yudhoyono pada pukul 07.01 WIB.

Selanjutnya, pasangan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dan Djarot Saiful Hidayat menjadi kandidat berikutnya yang tiba pada pukul 07.07 WIB.

Anies Baswedan dan Sandiaga Uno menjadi pasangan terakhir yang mendatangi Rumah Sakit Angkatan Laut di Jakarta Pusat tersebut, masing-masing tiba pada pukul 07.30 WIB dan 7.50 WIB Setelah mengikuti tes psikologi, ketiga pasangan kandidat tersebut diagendakan mendatangi kantor Badan Narkotika Nasional (BNN), Cawang, Jakarta, untuk mengikuti pemeriksaan narkoba.

Diberitakan sebelumnya, ketiga Bakal Calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, yakni Ahok-Djarot, Agus-Sylviana, dan Anies-Sandiaga telah menjalankan rangkaian tes kesehatan meliputi pemeriksaan fisik serta otak di RSAL Mintohardjo pada Sabtu (24/9).

KPU DKI Jakarta menyatakan hasil tes kesehatan, psikologi, dan narkoba akan diterima lembaga penyelenggara pemilu Ibu Kota tersebut pada 28 September 2016.

Topik Terkait
Berita Terkini
Ilustrasi - Tulisan ini mengajak kita merenungkan ironi tentang sensitivitas terhadap yang masuk ke perut, tetapi sering abai terhadap yang masuk ke rekening. (Sumber : AI/Gemini).

Lebih Takut Daging Babi daripada Uang Korupsi?

Seorang office boy panik usai tak sengaja memakan daging babi. kisah itu, muncul refleksi tajam tentang korupsi, uang haram, dan mengapa manusia sering lebih takut pada makanan terlarang daripada harta yang diperoleh tidak halal.

07 Nov 2026, 17:18 WIB