Presiden Titipkan Bantuan untuk Korban Banjir Garut

Presiden Titipkan Bantuan untuk Korban Banjir Garut

SUKABUMIUPDATE.COM - Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi) menitipkan bantuan berupa logistik dan bentuk barang lainnya senilai Rp1,3 miliar kepada Pemerintah Kabupaten Garut, Jawa Barat, untuk diberikan kepada korban banjir bandang di Garut.

"Bantuan yang diberikan senilai Rp1,3 miliar itu berupa barang, bukan uang tunai," kata Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki usai meninjau lokasi banjir bandang di Desa Haurpanggung, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Kamis.

Ia menuturkan, bantuan dari Presiden itu diserahkan langsung kepada Pemerintah Kabupaten Garut untuk selanjutnya dikelola dan dibagikan kepada para korban banjir.

Pemerintah, kata dia, akan terus memberikan yang terbaik dalam penanggulangan bencana banjir bandang di Garut.

"Kita lihat di lapangan lakukan koordinasi dengan pemerintah daerah dan Kepala BNPB, Basarnas, saya kira cukup baik penanganannya," kata Teten.

Menurut dia, penanggulangan bencana telah dilakukan dengan baik terhadap korban bencana banjir bandang.

Teten mengatakan, secara langsung sudah memeriksa kondisi daerah yang terkena dampak banjir, termasuk pelayanan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Garut.

"Termasuk pengadaan dan kebutuhan yang mendesak kami cek berbagai titik, termasuk pemulihan pelayanan pemerintahan seperti rumah sakit dan sekolah," katanya.

Ia menambahkan terkait masalah rumah yang rusak, pemerintah akan mengidentifikasinya untuk selanjutnya dibahas dalam rencana relokasinya.

"Yang rusak kan kita identifikasi dan termasuk rumah-rumah hancur di kawasan bantaran sungai itu, tadi sudah bicarakan untuk dipikirkan, dan relokasi lahan harus disediakan pemda," katanya.

Topik Terkait
Berita Terkini
Ilustrasi - Tulisan ini mengajak kita merenungkan ironi tentang sensitivitas terhadap yang masuk ke perut, tetapi sering abai terhadap yang masuk ke rekening. (Sumber : AI/Gemini).

Lebih Takut Daging Babi daripada Uang Korupsi?

Seorang office boy panik usai tak sengaja memakan daging babi. kisah itu, muncul refleksi tajam tentang korupsi, uang haram, dan mengapa manusia sering lebih takut pada makanan terlarang daripada harta yang diperoleh tidak halal.

07 Nov 2026, 17:18 WIB