Bertambah, Korban Meninggal Banjir Garut 23 Orang, 12 Hilang

Bertambah, Korban Meninggal Banjir Garut 23 Orang, 12 Hilang

SUKABUMIUPDATE.COM - Kepolisian Daerah Polda Jabar mencatat jumlah korban meninggal dunia akibat banjir bandang di Kabupaten Garut, Jawa Barat, hingga Rabu malam, bertambah menjadi 23 orang. "Identifikasi korban di Rumah Sakit TNI AD Guntur Garut untuk perkembangan sampai pukul 20.00 WIB, data korban meninggal dunia 23 orang," kata Kepala Bidang Humas Polda Jabar Kombes Pol Yusri Yunus melalui siaran pers, Rabu.

Ia mengatakan banjir akibat luapan Sungai Cimanuk itu menyebabkan pemukiman penduduk terendam banjir dan membuat warga luka-luka serta terbawa hanyut arus banjir. Selain korban meninggal dunia, kata Yusri, tercatat empat orang mengalami luka berat, 27 orang luka ringan, 12 orang dinyatakan hilang.

"Dari sekian korban tersebut ditemukan di lokasi yang berbeda yaitu di Lapang Paris, Kampung Bojong Larang, Kampung Cimacan, dan Kampung Cisurat di Kecamatan Wado, Kabupaten Sumedang," katanya.

Korban meninggal yang dievakuasi ke Rumah Sakit Guntur Garut terdiri dari : 1. Nawawi (65) 2. Iis (35) 3. Irsyad (8) 4. Ahmad (3,5 bulan) 5. Resal (4 bulan) 6. Deni (23) 7. Siti (38) 8. Santi (38) 9. Revina (7) 10. Nunung (75) 11. Sari (25) 12. Jana (35) 13. Aceng Taryana (50) 14. Welis (25) 15. Suryati (58) 16. Neng Fitriani (9) 17. Entin Kartini (62) 18. Diana (4) 19. Fika (4) 20. Ny Oom (82) 21. Ny Nonoh (59) 22. anak-anak diperkirakan berusia sembilan tahun 23. anak-anak diperkirakan berusia empat tahun.

Tim evakuasi terdiri dari polisi, Basarnas, TNI, sukarelawan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan masyarakat akan terus melakukan pencarian korban yang dinyatakan hilang.

Berita Terkini
Ilustrasi - Tulisan ini mengajak kita merenungkan ironi tentang sensitivitas terhadap yang masuk ke perut, tetapi sering abai terhadap yang masuk ke rekening. (Sumber : AI/Gemini).

Lebih Takut Daging Babi daripada Uang Korupsi?

Seorang office boy panik usai tak sengaja memakan daging babi. kisah itu, muncul refleksi tajam tentang korupsi, uang haram, dan mengapa manusia sering lebih takut pada makanan terlarang daripada harta yang diperoleh tidak halal.

07 Nov 2026, 17:18 WIB