SUKABUMIUPDATE.com - Jauh sebelum mengenal jam sebagai penunjuk waktu, masyarakat Sunda memiliki berbagai istilah untuk mengenali pergantian waktu dengan mengamati tanda-tanda alam.
Salah satunya adalah “wanci sariak layung”, istilah yang menggambarkan suasana ketika hari mulai beranjak sore dan cahaya matahari terlihat di langit menjelang petang. Lantas, apa arti wanci sariak layung dan kapan waktu tersebut terjadi?
Arti Wanci Sariak Layung
Wanci sariak layung merupakan salah satu istilah penanda waktu dalam bahasa Sunda yang merujuk pada waktu menjelang matahari terbenam, ketika cahaya matahari mulai berwarna kemerahan dan layung tampak di langit.
Baca Juga: Pesona Parakansalak dari 800 Mdpl, Saung Gunung Camp Siap Jadi Destinasi Unggulan Sukabumi
Waktu ini juga menjadi penanda ketika aktivitas siang mulai berakhir dan malam perlahan tiba.
Makna dalam Kehidupan Masyarakat Sunda
Istilah seperti wanci sariak layung menunjukkan bagaimana masyarakat Sunda zaman dahulu mengenali waktu dengan mengamati tanda-tanda alam, bukan semata-mata menggunakan jam.
Perubahan warna langit, posisi matahari, suara binatang, hingga keadaan lingkungan menjadi petunjuk untuk menentukan waktu.
Karena itu, istilah ini tidak hanya memiliki fungsi sebagai penanda waktu, tetapi juga memperlihatkan kedekatan masyarakat Sunda dengan alam dan lingkungan sekitarnya.














