SUKABUMIUPDATE.com - Bahasa Sunda memiliki cukup banyak kosakata yang berkaitan dengan musim kemarau atau dikenal dengan istilah “halodo”.
Banyak dari kosakata ini yang menggambarkan kondisi cuaca, tanah, air, maupun aktivitas masyarakat, bahkan sebagian masih sering digunakan, sementara sebagian lainnya mulai jarang terdengar.
Berikut beberapa kosakata bahasa Sunda yang berkaitan dengan musim kemarau dikutip dari berbagai sumber.
Baca Juga: 28 Kosakata Bahasa Sunda yang Unik dan Sulit Dicari Padanannya dalam Bahasa Indonesia
Baca Juga: Sajeungkal Hingga Salaksa, Mengenal Satuan Ukuran Dalam Bahasa Sunda
- Halodo berarti musim kemarau.
- Usum halodo berarti musim kemarau.
- Haneut berarti hangat.
- Panas berarti panas.
- Ngalageday berarti terik menyengat.
- Garing berarti kering.
- Saat berarti tanah atau sesuatu yang mengering karena kehilangan air.
- Rengat berarti retak, biasanya pada tanah yang kekeringan.
- Leueur berarti licin, kebalikan dari kondisi saat kemarau.
- Ngahiliwir berarti angin bertiup pelan.
- Ngagelebug berarti angin bertiup sangat kencang.
- Lebu berarti debu.
- Keusik berarti pasir.
- Ngahaseup berarti berasap, misalnya akibat kebakaran lahan saat kemarau.
- Murub berarti menyala atau terbakar.
- Hurung berarti menyala.
- Pareumeun berarti padam.
- Cai berarti air.
- Mata cai berarti mata air.
- Ngocor berarti mengalir.
- Saat cai berarti air mulai menyusut atau berkurang.
- Saat walungan berarti sungai yang mulai surut atau mengering.
- Balong berarti kolam.
- Situ berarti danau atau telaga.
- Talaga berarti telaga.
- Walungan berarti sungai.
- Leuwi berarti bagian sungai yang dalam.
- Cinyusu berarti mata air alami.
- Ngagarap berarti mengolah lahan.
- Ngaseuk berarti menanam benih dengan cara ditugal.
- Ngabaladah berarti membersihkan semak atau gulma.
- Ngahuma berarti teknik menanam padi bukan di tanah sawah.
- Irigasi sering disebut pangairan dalam bahasa Sunda.
- Halodo panjang berarti musim kemarau berkepanjangan.
- Cai beak berarti air habis.
- Taneuh garing berarti tanah kering.
- Taneuh rengat berarti tanah retak-retak.
- Walungan saat berarti sungai mengalami penyusutan debit air.
- Daun ngarag berarti daun-daun berguguran.
- Tutuwuhan layu berarti tanaman layu.
- Hanaang berarti rasa dahaga.
- Leuit berarti lumbung padi, tempat menyimpan hasil panen sebagai cadangan saat musim paceklik atau kemarau.
- Paceklik berarti masa sulit akibat gagal panen atau kekurangan bahan pangan.
- Ngirit cai berarti menghemat air.
- Miara leuweung berarti menjaga hutan agar sumber air tetap lestari.
- Sabilulungan berarti bergotong royong, termasuk dalam menjaga sumber air dan saluran irigasi.
- Usum halodo berarti musim kemarau secara umum saat cuaca panas dan tanah kering.
- Usum katiga berarti musim kemarau panjang yang kondisinya lebih parah dari kemarau biasa.
- Dadangrat berarti masa peralihan atau jeda antara musim kemarau dan musim hujan.
- Hareudang berarti rasa panas dan gerah di badan.
- Bayeungyang berarti suhu udara panas terik yang bikin tubuh cepat berkeringat.
- Ngelekeb berarti kondisi udara panas, pengap, dan gerah dari siang sampai sore.
Itulah beberapa kosakata Bahasa Sunda yang berkaitan dengan musim kemarau dan masih banyak dari kosakata tersebut yang digunakan hingga sekarang.














