Ekonomi Indung, 4 Cara Leluhur Sunda Mengelola Harta Agar Terhindar dari Kemiskinan

Sukabumiupdate.com
Minggu 21 Jun 2026, 14:00 WIB
Ekonomi Indung, 4 Cara Leluhur Sunda Mengelola Harta Agar Terhindar dari Kemiskinan

Ilustrasi - Cara yang dilakukan leluhur Sunda dalam mengelola kekayaan agar terhindar dari kemiskinan (Sumber : AI chatGPT)

SUKABUMIUPDATE.com - Leluhur Sunda rupanya sudah sejak lama mengenal manajemen keuangan atau ilmu mengelola harta, meskipun namanya tidak seperti yang ada dalam pelajaran di era modern.

Leluhur Sunda mengelola kekayaan yaitu dengan berinvestasi melalui pendekatan berbasis ketahanan pangan dan kemandirian keluarga atau dalam istilag masyarakat Sunda disebut dengan “Ekonomi Indung”.

Leluhur Sunda meyakini aset kekayaan tidak hanya diukur dari uang, melainkan dari keberlangsungan hidup dan ketersediaan cadangan darurat.

Baca Juga: Mengenal Leuhang: Sauna Tradisional Warisan Leluhur Sunda Untuk Mengobati Penyakit

Nah, mengutip dari berbagai sumber, berikut ini beberapa cara utama orang Sunda mengelola dan mengembangkan hartanya.

1. Investasi Pangan di Leuit:

Leluhur Sunda menabung dan menginvestasikan hasil panen gabah di lumbung komunal yang disebut “Leuit”. Ini berfungsi sebagai cadangan atau "bank pangan" untuk mencegah krisis saat musim paceklik.

2. Manajemen Keuangan Ekonomi Indung

Dikelola berbasis naluri ibu (indung), berfokus pada pemenuhan kebutuhan pokok, menabung secara terdisiplin, menanam di pekarangan rumah terutama tanaman-tanaman produktif seperti sayur dan buah, serta membuat persediaan logistik.

Baca Juga: Menelusuri Jawa Barat Lewat Lagu: 27 Nama Tempat yang Diabadikan Para Musisi Sunda

3. Etika Bisnis Silih Asah, Asih, Asuh

Dalam berdagang dan membangun usaha, nilai kolaborasi Silih Asah, Silih Asih, Silih Asuh digunakan untuk memperkuat jaringan, menjunjung kejujuran, serta menjaga hubungan baik dan kepercayaan.

4. Keseimbangan Filosofis

Leluhur Sunda berprinsip “tawakal téh sanggeus tarékah” yang berarti ikhtiar atau kerja keras harus diutamakan sebelum berserah diri, serta menghindari utang konsumtif yang membebani.

Para leluhur percaya menghindari utang berarti peluang mendapatkan ketenangan hati dan pikiran, jika pikiran dan hati tenang maka akan lebih mudah dan tepat dalam mengambil keputusan termasuk keputusan bisnis.

Itulah beberapa cara yang dilakukan leluhur Sunda dalam mengelola kekayaan agar terhindar dari kemiskinan. Cara-cara tersebut bisa ditiru karena memang masih relevan dengan masa sekarang.

 

Editor :
Berita Terkait
Berita Terkini