SUKABUMIUPDATE.com - Setelah perayaan Idul Adha pada 10 Dzulhijjah, umat Islam akan memasuki hari Tasyrik, yaitu tiga hari istimewa yang jatuh pada tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah. Pada tahun 2026, hari Tasyrik menjadi momen penting bagi umat Islam untuk memperbanyak ibadah, menikmati hidangan kurban, serta melanjutkan penyembelihan hewan kurban.
Hari Tasyrik memiliki makna khusus dalam Islam. Pada hari-hari ini umat Muslim dianjurkan untuk memperbanyak dzikir dan bersyukur atas nikmat Allah SWT. Selain itu, terdapat larangan berpuasa selama hari Tasyrik kecuali dalam kondisi tertentu bagi jamaah haji.
Baca Juga: Rebusan Serai dan Jeruk Nipis Bantu Turunkan Kolesterol Setelah Konsumsi Daging Kambing
Jadwal Hari Tasyrik 2026
Berikut jadwal hari Tasyrik setelah Idul Adha 2026:
- 11 Dzulhijjah 1447 H
- 12 Dzulhijjah 1447 H
- 13 Dzulhijjah 1447 H
Hari Tasyrik berlangsung selama tiga hari setelah Idul Adha dan menjadi batas akhir penyembelihan hewan kurban hingga matahari terbenam pada 13 Dzulhijjah.
Asal Usul Penamaan Hari Tasyrik
Kata tasyrik berasal dari bahasa Arab “syarraqa” yang berkaitan dengan matahari terbit atau menjemur sesuatu di bawah sinar matahari. Menurut para ulama, penamaan hari Tasyrik memiliki beberapa pendapat.
Salah satu pendapat menyebutkan bahwa pada masa dahulu umat Islam menjemur daging kurban agar lebih awet karena belum adanya alat pendingin. Daging tersebut dijadikan persediaan makanan untuk beberapa waktu ke depan.
Pendapat lain menyebutkan bahwa penyembelihan hewan kurban dilakukan setelah matahari terbit, sehingga hari tersebut disebut sebagai hari Tasyrik.
Larangan di Hari Tasyrik
Salah satu ketentuan penting pada hari Tasyrik adalah larangan berpuasa. Mayoritas ulama menyepakati bahwa puasa sunnah maupun puasa qadha tidak diperbolehkan pada hari Tasyrik, kecuali bagi jamaah haji yang tidak mendapatkan hewan kurban.
Larangan ini berdasarkan hadis Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari:
“Tidak diperkenankan untuk berpuasa pada hari Tasyrik kecuali bagi siapa yang tidak mendapatkan hewan kurban ketika menunaikan haji.”
Hari Tasyrik justru dianjurkan menjadi waktu makan, minum, dan menikmati rezeki dari Allah SWT sebagai bentuk rasa syukur.
Amalan yang Dianjurkan
Pada hari Tasyrik, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak berbagai amalan ibadah, di antaranya:
1. Memperbanyak Dzikir dan Takbir
Umat Islam dianjurkan membaca takbir, tahmid, dan tahlil, terutama setelah salat fardhu.
2. Bersyukur kepada Allah SWT
Hari Tasyrik menjadi momen untuk menikmati nikmat makanan dan rezeki yang telah diberikan Allah SWT, termasuk hidangan dari daging kurban.
3. Menyembelih Hewan Kurban
Penyembelihan hewan kurban masih diperbolehkan hingga akhir hari Tasyrik, yakni sebelum matahari terbenam pada 13 Dzulhijjah.
4. Memperbanyak Doa
Umat Islam juga dianjurkan memperbanyak doa untuk kebaikan dunia dan akhirat selama hari-hari yang penuh keberkahan ini.
Hari Tasyrik bukan hanya menjadi pelengkap Idul Adha, tetapi juga waktu untuk memperkuat rasa syukur, mempererat kebersamaan, dan meningkatkan ibadah kepada Allah SWT. Karena itu, umat Islam dianjurkan memanfaatkan hari-hari tersebut dengan memperbanyak amal saleh dan menjauhi larangan yang telah ditetapkan.
Baca Juga: Crystal Palace Juara Conference League, Jean Philippe Mateta Catatkan Rekor
Sumber: MUI




