SUKABUMIUPDATE.com - Pepepling merupakan cara orang tua Sunda dulu memberikan nasihat kepada yang lain. Mereka tidak selalu memberi nasihat dengan suara keras atau kata-kata panjang.
Kadang, mereka hanya mengucapkan kalimat sederhana yang terdengar biasa saja. Tapi semakin dewasa, barulah terasa bahwa nasihat itu menyimpan makna yang sangat dalam.
Pepeling sendiri bertujuan sebagai pengingat hidup agar manusia tetap sadar diri, menjaga sikap, dan tidak kehilangan arah. Nah, berikut ini beberapa contoh pepeling Sunda lengkap dengan maknanya.
Baca Juga: 35 Tatarucingan Sunda Receh Candaan Sederhana yang Dulu Bikin Ramai
Baca Juga: 8 Kebiasaan Orang Sunda yang Bikin Senyum, Apa Kamu Pernah Mengalami?
1. “Ulah sok ngarasa bisa, tapi kudu bisa ngarasa.”
Artinya jangan merasa paling bisa, tapi belajarlah peka terhadap keadaan dan orang lain. Jadi kita harus selalu rendah hati dan penuh empati.
2. “Tong gedé hulu.”
Jangan besar kepala, maksudnya tidak lain kita tidak boleh bersikap sombong.
3. “Hirup kudu silih asih, silih asah, silih asuh.”
Ini yang selalu diingatkan orang tua. Sebagai sesama makhluk tuhan kita harus saling menyayangi, saling mengingatkan dan saling membimbing. Ini salah satu filosofi hidup Sunda paling terkenal.
4. “Lamun hayang dihargaan, kudu bisa ngahargaan.”
Kalau ingin dihargai, harus bisa menghargai orang lain. Maksudnya kita tidak bisa menuntut orang lain menghargai diri kita jika sikap dan prilaku diri sendiri tidak layak dihargai.
5. “Ulah ngaliarkeun taleus ateul.”
Secara harfiah diartikan jangan menyebar talas gatal. Tapi kalimat ini maksudnya jangan menyebarkan masalah atau keburukan yang bikin orang lain ikut terkena dampaknya.
6. “Kudu apal ka diri sorangan.”
Harus tahu diri, artinya bukan merendahkan diri, tapi kita harus sadar dengan kemampuan diri sendiri, sadar sikap dan sadar posisi.
7. “Tong sok ningali ka luhur wae.”
Jangan terus melihat ke atas. Maksudnya jangan terus membandingkan hidup dengan hidup orang lain. Tapi kita diingatkan untuk selalu belajar bersyukur
8. “Leutik burih, gedé akal.”
Walau hidup terlihat sederhana, tapi harus punya pikiran dan wawasan yang luas.
9. “Cageur, bageur, bener, pinter, singer.”
Ini konsep manusia ideal Sunda yang artinya kita harus sehat, baik, jujur, pintar dan cekatan.
10. “Ulah nepi ka leungit tatakrama.”
Jangan sampai kehilangan sopan santun, karena bagi orang Sunda akhlak lebih penting daripada sekadar kepintaran.
Itulah beberapa contoh pepeling Sunda yang masih relevan diterapkan hingga sekarang.




