Filosofi Leluhur Sunda Saat Membangun Rumah, Masih Relevan Sampai Sekarang

Sukabumiupdate.com
Senin 11 Mei 2026, 17:30 WIB
Filosofi Leluhur Sunda Saat Membangun Rumah, Masih Relevan Sampai Sekarang

Ilustrasi - Di tengah rumah-rumah modern yang semakin tertutup dan penuh beton, filosofi rumah Sunda tradisional justru terasa semakin menarik (Sumber : AI chatGPT)

SUKABUMIUPDATE.com - Leluhur Sunda dulu tidak membangun rumah secara sembarangan. Arah rumah, posisi pintu, hingga letak dapur dipikirkan dengan matang. Bukan hanya soal kepercayaan, tetapi juga tentang bagaimana manusia hidup selaras dengan alam.

Bukan hanya soal kepercayaan, tapi juga berkaitan dengan alam, cuaca, filosofi hidup dan keharmonisan antara manusia dengan lingkungan.

Bagi masyarakat Sunda dulu, rumah bukan sekadar tempat tinggal, tapi sebagai tempat hidup, tempat menjaga keluarga, dan tempat manusia bertumbuh.

Baca Juga: 8 Kebiasaan Orang Sunda yang Bikin Senyum, Apa Kamu Pernah Mengalami?

Baca Juga: 7 Hal Sederhana Ini Hanya Dipahami Orang Sunda, Coba Cek Apa Kamu Juga Paham!

Arah Rumah Dianggap Penting

Menguip dari Channel YouTube A Reason, dalam pandangan masyarakat Sunda tradisional, arah rumah dipercaya bisa memengaruhi kenyamanan hidup, kesehatan penghuninya, hubungan dengan lingkungan bahkan ketenangan batin keluarga di rumah tersebut.

Namun menariknya, banyak aturan itu sebenarnya bisa dimengerti secara logika. Leluhur Sunda memahami bahwa rumah harus mendapat cahaya yang cukup, memiliki sirkulasi udara baik, terlindung dari cuaca ekstrem dan menyatu dengan kondisi lingkungan sekitar. Karena itu letak dan arah rumah sangat diperhatikan.

Alasan Rumah Menghadap Timur

Banyak rumah tradisional Sunda dulu dibangun menghadap ke timur. Secara filosofi timur adalah arah matahari terbit yang melambangkan awal kehidupan, harapan dan semangat baru.

Selain itu, secara logis rumah menghadap timur juga memiliki alasan seperti rumah mendapat sinar matahari pagi yang menjadikan udara terasa lebih sehat dan rumah tidak terlalu lembap, sehingga membuat rumah lebih nyaman untuk ditempati.

Alasan Rumah Menghadap Selatan

Di beberapa daerah Tatar Sunda, ada juga rumah yang menghadap selatan. Hal ini sering dikaitkan dengan arah angin, kondisi kontur tanah, jalur matahari dan keamanan lingkungan.
Leluhur Sunda sangat memperhatikan bagaimana angin masuk ke rumah.

Tujuannya agar rumah tidak pengap, tidak terlalu panas dan tetap nyaman sepanjang hari. Karena itu juga rumah tradisional Sunda terkenal memiliki banyak ventilasi alami dan terasa sejuk meski tanpa pendingin ruangan.

Rumah Tidak Boleh “Melawan” Alam

Salah satu filosofi terbesar masyarakat Sunda adalah manusia harus hidup selaras dengan alam, bukan menaklukkannya. Karena itu rumah Sunda tradisional biasanya mengikuti bentuk tanah, tidak dibangun sembarangan di area rawan dan selalu memanfaatkan bahan alami dari sekitar

Banyak rumah yang dibuat panggung, tujuannya agar rumah terhindar dari kelembapan tanah, mengurangi risiko banjir, dan menjaga sirkulasi udara.

Di tengah rumah-rumah modern yang semakin tertutup dan penuh beton, filosofi rumah Sunda tradisional justru terasa semakin menarik untuk dipelajari kembali.

Editor :
Berita Terkait
Berita Terkini