Daftar Puluhan Desa Wisata di Kabupaten Sukabumi yang Resmi Dikukuhkan Dispar 2026

Sukabumiupdate.com
Rabu 13 Mei 2026, 15:07 WIB
Daftar Puluhan Desa Wisata di Kabupaten Sukabumi yang Resmi Dikukuhkan Dispar 2026

Bupati Sukabumi Asep Japar dan Kadispar Ali Iskandar berfoto bersama puluhan pengelola Desa Wisata. (Sumber Foto: SU/Turangga Anom)

SUKABUMIUPDATE.com – Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Sukabumi resmi mengukuhkan puluhan desa dan kampung wisata dalam sebuah seremoni di Desa Wisata Karangpara, Desa Kebonmanggu, Kecamatan Gunungguruh, Rabu (13/5/2026). Langkah ini merupakan bagian dari strategi percepatan pembangunan pariwisata berbasis pemberdayaan masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Sukabumi Asep Japar menyerahkan langsung sertifikat pengukuhan kepada para pengelola desa wisata.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi, Ali Iskandar, menegaskan bahwa status desa wisata bukan sekadar label, melainkan tanggung jawab untuk memajukan ekonomi desa secara mandiri.

“Desa wisata bukan hanya tentang destinasi, tetapi bagaimana masyarakat menjadi pelaku utama dalam mengelola potensi daerahnya sendiri. Dengan adanya pengukuhan ini, kami berharap desa-desa wisata di Kabupaten Sukabumi semakin berkembang, mandiri, dan mampu memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat,” ujar Ali kepada sukabumiupdate.com.

Baca Juga: Dorong Kesejahteraan Masyarakat, Dinsos Sukabumi Dukung Pengembangan Desa Wisata

Ia menuturkan, pengembangan desa wisata juga menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah dalam memperkuat identitas wisata berbasis budaya, alam, dan kearifan lokal yang dimiliki Kabupaten Sukabumi.

“Setiap desa memiliki karakteristik dan keunggulan masing-masing. Ada yang unggul di wisata alam, budaya, edukasi, hingga agrowisata. Tinggal bagaimana potensi itu dikemas dengan baik agar memiliki daya tarik dan tetap berkelanjutan,” katanya.

Klasifikasi Desa Wisata: Maju, Berkembang, dan Rintisan

Berdasarkan dokumen resmi Dispar Kabupaten Sukabumi, total 30 desa wisata dan satu kampung wisata yang dikukuhkan terbagi ke dalam tiga kategori utama sesuai dengan tingkat kesiapan dan pengelolaannya:

1. Kategori Maju

  • Desa Wisata Cisande, Kecamatan Cicantayan.
  • Desa Wisata Hanjeli, Kecamatan Waluran.

2. Kategori Berkembang

  • Desa Wisata Purwasedar, Kecamatan Ciracap.
  • Desa Wisata Cimaja, Kecamatan Cikakak.
  • Desa Wisata Gedepangrango, Kecamatan Kadudampit.
  • Desa Wisata Purwasari “Bodogol Farm”, Kecamatan Cicurug.
  • Desa Wisata Ciwaru, Kecamatan Ciemas.
  • Desa Wisata Megalodon, Kecamatan Surade.

3. Kategori Rintisan & Pengembangan

  • Desa Wisata Gunung Wayang, Kecamatan Kalapanunggal.
  • Desa Wisata Girijaya, Kecamatan Cidahu.
  • Desa Wisata Buniayu, Kecamatan Nyalindung.
  • Desa Wisata Bale Sawala, Kecamatan Kebonpedes.
  • Desa Wisata Kusukataniku, Kecamatan Parakansalak.
  • Desa Wisata Karangpara, Kecamatan Gunungguruh.
  • Desa Wisata Sangrawayang, Kecamatan Simpenan.
  • Desa Wisata Tikukur, Kecamatan Sukabumi.
  • Desa Wisata Cibitung, Kecamatan Cibitung.
  • Desa Wisata Lembur Sadulur, Kecamatan Gunungguruh.
  • Desa Wisata Wates Leuwi Ereng, Kecamatan Nagrak.
  • Desa Wisata Buniwangi, Kecamatan Surade.
  • Kampung Wisata Cigangsa, Kecamatan Surade.
  • Desa Wisata Cikubang Faristha, Kecamatan Bojonggenteng.
  • Desa Wisata Langensari, Kecamatan Sukaraja.
  • Desa Wisata Kasep Pasir Datar Indah, Kecamatan Caringin.
  • Desa Wisata Kalibunder, Kecamatan Kalibunder.
  • Desa Wisata Sukamanah, Kecamatan Cimanggu.
  • Desa Wisata Bojonggenteng Berseri, Kecamatan Bojonggenteng.
  • Desa Wisata Sindangraja, Kecamatan Curugkembar.
  • Desa Wisata Puncak Rindu, Kecamatan Simpenan.
  • Desa Wisata Cipamatutan Maslahat, Kecamatan Bojonggenteng.
  • Desa Wisata Nanggerang, Kecamatan Cicurug.

Selain pengukuhan dan penyerahan sertifikat, kegiatan tersebut juga menjadi momentum reaktivasi Desa Wisata Karangpara guna meningkatkan kualitas pelayanan dan pengelolaan destinasi wisata berbasis masyarakat.

Baca Juga: Pemkab Sukabumi Finalisasi Raperbup Pengembangan Desa Wisata

Ali menambahkan, pihaknya ingin mendorong semangat gotong royong atau “sabilulungan” dalam pengembangan desa wisata agar mampu menciptakan ekosistem pariwisata yang kuat di tingkat desa.

“Pariwisata tidak bisa dibangun sendiri oleh pemerintah. Harus ada kolaborasi antara masyarakat, pemerintah desa, komunitas, hingga pelaku UMKM agar desa wisata benar-benar hidup dan menjadi kekuatan ekonomi baru bagi daerah,” tandasnya. (adv)

Berita Terkait
Berita Terkini