Hampir 2 Tahun Beroperasi, Masyarakat Desa Sukajaya Sukabumi Belum Tersentuh Program MBG

Sukabumiupdate.com
Rabu 13 Mei 2026, 16:33 WIB
Hampir 2 Tahun Beroperasi, Masyarakat Desa Sukajaya Sukabumi Belum Tersentuh Program MBG

Ilustrasi penyelenggaraan program Makan Bergizi Gratis (MBG) (Sumber : SU/Asep Awaludin)

SUKABUMIUPDATE.com – Hampir berjalan dua tahun sejak diluncurkan secara nasional pada 6 Januari 2025, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga kini belum dirasakan masyarakat Desa Sukajaya, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Sukabumi. Warga menilai buruknya akses jalan menjadi kendala utama belum masuknya program tersebut ke wilayah mereka.

Salah seorang warga mengatakan, hingga saat ini para pelajar dan masyarakat yang masuk kategori penerima manfaat belum pernah menerima bantuan makanan bergizi gratis dari pemerintah.

“Padahal di desa tetangga sudah ada dapur SPPG, tapi di Sukajaya belum tersentuh sama sekali. Kasihan anak-anak sekolah di sini,” ujar warga yang enggan disebutkan namanya, Rabu (13/5/2026).

Menurutnya, akses menuju Desa Sukajaya cukup sulit. Meski terdapat Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Desa Ciwalat, kondisi jalan kabupaten menuju Sukajaya rusak parah dengan banyak tanjakan dan turunan sehingga menyulitkan distribusi makanan.

Baca Juga: Rupiah Anjlok ke Rp17.500 per Dolar AS, BI Sebut Faktor Dividen dan Musim Haji Jadi Pemicu

“Kalau lewat Desa Bojong Kecamatan Kalibunder memang jalannya lumayan, tapi di sana juga belum ada dapur SPPG. Jadi distribusi masih terkendala,” katanya.

Kepala Desa Sukajaya, Ade Firman, membenarkan bahwa Program MBG hingga kini belum masuk ke wilayahnya. Ia menyebut kondisi infrastruktur jalan menjadi kendala utama pelaksanaan program tersebut.

“Memang benar Program MBG belum masuk ke Desa Sukajaya. Kendalanya akses jalan menuju wilayah kami cukup berat. Ada SPPG di Desa Ciwalat, tapi jalan kabupaten rusak parah, banyak turunan dan tanjakan,” ujar Ade Firman kepada Sukabumiupdate.com.

Baca Juga: BPBD Sukabumi Pangkas Pohon Mahoni Tua di Jalur Nasional Cibadak, Cegah Risiko Kecelakaan

Menurut Ade, solusi paling efektif agar Program MBG dapat berjalan di Desa Sukajaya adalah dengan membangun dapur SPPG langsung di wilayah desa tersebut.

“Solusinya harus ada dapur SPPG di Desa Sukajaya supaya distribusi lebih mudah dan program bisa segera dirasakan masyarakat,” ungkapnya.

Ade Firman menjelaskan, jumlah calon penerima manfaat Program MBG di Desa Sukajaya mencapai sekitar 1.300 orang. Mereka terdiri dari siswa PAUD/TK, SD/MI, SMP, balita, ibu hamil, hingga ibu menyusui.

“Wilayah Desa Sukajaya juga termasuk kategori 3T, jadi memang perlu perhatian khusus dari pemerintah,” pungkasnya.

Berita Terkait
Berita Terkini