Nilai Evaluasi Mandiri KLA Kabupaten Sukabumi Capai 800, DP3A Akui Masih Ada Tantangan

Sukabumiupdate.com
Minggu 10 Mei 2026, 10:39 WIB
Nilai Evaluasi Mandiri KLA Kabupaten Sukabumi Capai 800, DP3A Akui Masih Ada Tantangan

Rapat evaluasi penilaian KLA DP3A Kabupaten Sukabumi bersama DP3A Provinsi Jawa Barat di Pendopo Pelabuhanratu. (Sumber : SU/Turangga Anom).

SUKABUMIUPDATE.com - Pemerintah Kabupaten Sukabumi terus mempercepat proses Evaluasi Mandiri Kabupaten Layak Anak (KLA) Tahun 2026. Hingga saat ini, capaian nilai evaluasi mandiri Kabupaten Sukabumi telah mencapai 800,32 dari total nilai maksimal 1.000 poin.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Sukabumi, Agus Sanusi, mengakui masih terdapat tantangan pada komponen Kecamatan Layak Anak serta Desa/Kelurahan Layak Anak yang saat ini baru mencapai sekitar 35 persen.

“Pemkab Sukabumi terus mendorong seluruh perangkat daerah, camat, serta pemerintah desa dan kelurahan untuk bergerak cepat menyelesaikan pemenuhan indikator KLA. Kami optimistis, dengan penguatan koordinasi dan pendampingan intensif, capaian nilai evaluasi mandiri Kabupaten Sukabumi masih dapat terus meningkat,” ujarnya.

Baca Juga: Kuasa Hukum Nilai S Diduga Dikriminalisasi dalam Kasus Dugaan Kekerasan Seksual di Sukabumi

Menurut Agus, keterlibatan kecamatan dan desa/kelurahan memiliki kontribusi besar terhadap peningkatan nilai KLA Kabupaten Sukabumi. Karena itu, percepatan pemenuhan indikator terus dilakukan melalui penguatan koordinasi lintas sektor dan pendampingan secara intensif.

Dalam rangka percepatan tersebut, Gugus Tugas KLA disebut telah melakukan monitoring harian, pendampingan teknis, serta penguatan koordinasi lintas sektor agar seluruh indikator dapat terpenuhi sebelum batas akhir penginputan.

“Monitoring dilakukan setiap hari agar progres pemenuhan indikator bisa terus terpantau. Kami juga melakukan pendampingan teknis dan penguatan koordinasi lintas sektor supaya seluruh indikator dapat terpenuhi tepat waktu,” katanya.

Baca Juga: Nobar Film Pesta Babi di UMMI Berjalan Lancar, Mahasiswa Soroti Isu Papua & Kebebasan Akademik

Agus menegaskan, program Kabupaten Layak Anak bukan hanya sekadar mengejar target penilaian, melainkan bentuk komitmen bersama dalam mewujudkan lingkungan yang aman, ramah, dan mendukung tumbuh kembang anak di Kabupaten Sukabumi.

“Kabupaten Layak Anak bukan hanya target penilaian, tetapi merupakan bentuk komitmen bersama dalam mewujudkan lingkungan yang aman, ramah, dan mendukung tumbuh kembang anak di Kabupaten Sukabumi,” pungkasnya. (adv)

 

Berita Terkait
Berita Terkini