Pilu Pasutri Paruh Baya di Sagaranten: Rumah Terbakar, 1 Ton Padi dan Motor Hangus

Sukabumiupdate.com
Sabtu 09 Mei 2026, 22:49 WIB
Pilu Pasutri Paruh Baya di Sagaranten: Rumah Terbakar, 1 Ton Padi dan Motor Hangus

Kebakaran rumah panggung yang dihuni pasangan paruh baya di Sagaranten Sukabumi diduga akibat percikan api dari tungku. (Sumber Foto: Istimewa)

SUKABUMIUPDATE.com - Nasib pilu menimpa Endang (56) dan Sari (58) warga Kampung Ciherang RT 010/RW 003, Desa Margaluyu, Kecamatan Sagaranten, Kabupaten Sukabumi. Rumah panggung yang dihuni bertahun-tahun oleh pasutri paruh baya tersebut kini ludes rata dengan tanah setelah dilalap si jago merah pada Sabtu (9/5/2026) sekitar pukul 16.30 WIB.

Camat Sagaranten, R. Ade Akhsan Bratadiredja mengatakan, kebakaran tersebut diduga kuat dipicu oleh api dari tungku masak tradisional yang merambat ke dinding kayu bangunan.

“Pihak pemadam kebakaran memastikan titik api berasal dari tungku yang merambat ke dinding kayu bagian dapur,” ujar Ade Akhsan saat dikonfirmasi sukabumiupdate.com.

Akibatnya rumah panggung berukuran 5x10 meter tersebut hanya menyisakan puing. Selain tempat tinggal, lanjut Ade, satu unit sepeda motor Supra Fit, uang tunai sebesar Rp6 juta, sekitar satu ton padi hasil panen, serta sejumlah surat dan dokumen berharga lainnya ikut terbakar.

"Estimasi kerugian sementara ditaksir mencapai Rp60 juta. Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa ini," kata Camat.

Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Sagaranten, Deniar Rumpaka menambahkan bahwa saat kejadian, Sari sedang memasak seorang diri di rumah. Namun, karena kondisi penglihatannya yang terganggu (rabun), ia diduga tidak menyadari api telah membesar dan merambat ke dinding rumah.

"Api dengan sangat cepat merambat ke seluruh bagian bangunan karena material rumah yang mudah terbakar. Sementara sang suami, Pak Endang, saat itu sedang berada di sawah dan baru menyadari kejadian setelah melihat kepulan asap tebal dari arah rumahnya," ujar Deniar.

Sementara itu Ketua RT setempat, Wandi, menyebutkan bahwa warga sekitar sempat melakukan upaya pemadaman secara manual dan berhasil mengevakuasi Sari keluar dari kobaran api sebelum bangunan ambruk. Namun, kecepatan api membuat barang-barang berharga di dalam rumah tidak dapat diselamatkan.

Adapun upaya pemadaman dilakukan oleh petugas gabungan dari Damkar Sagaranten, P2BK, Tagana, Koramil, Polsek, Satpol PP, hingga relawan dan warga setempat. Setelah api berhasil dipadamkan, petugas melakukan pengamanan lokasi dan pembersihan sisa puing.

Saat ini, Endang dan Sari terpaksa mengungsi ke rumah kerabat terdekat. Camat Sagaranten mengimbau masyarakat untuk lebih waspada, terutama bagi pengguna tungku kayu tradisional di rumah bermaterial kayu.

"Pastikan api benar-benar padam sebelum ditinggalkan. Kewaspadaan harus ditingkatkan untuk mencegah musibah serupa," pungkasnya.

Berita Terkini