9 Pakarang atau Senjata Tajam dalam Bahasa Sunda, Bukan Cuma Kujang

Sukabumiupdate.com
Jumat 10 Apr 2026, 12:30 WIB
9 Pakarang atau Senjata Tajam dalam Bahasa Sunda, Bukan Cuma Kujang

Ilustrasi - Pakarang atau Senjata Tajam Sunda (Sumber : AI chatGPT)

SUKABUMIUPDATE.com - Masyarakat sunda terkenal mayoritas mata pencahariannya sebagai petani, jadi tak heran jika dalam berkegiatan sehari-hari orang sunda erat kaitannya dengan senjata tajam atau di Sunda disebut “Pakarang” yang digunakan untuk memanen di ladang, membersihkan rumput atau memotong kayu.

Pakarang sendiri adalah alat tajam warisan leluhur Jawa Barat yang mencakup fungsi praktis baik untuk pertanian atau rumah tangga. Ada juga yang sifatnya simbolis seperti pusaka atau alat pertahanan diri.

Kujang merupakan senjata paling ikonik, sementara alat lainnya meliputi bedog, congkrang, dan patik. Pakarang ini mencerminkan identitas dan sejarah kebudayaan masyarakat Sunda. Berikut adalah pakarang yang dikenal di Sunda.

Baca Juga: Sing Puriding Cerpen Sunda “Sandekala di Leuweung Hideung” Bagian ka 2

  1. Kujang: Senjata khas Sunda yang berasal dari abad ke-8 atau ke-9, seringkali berfungsi sebagai simbol budaya dan benda pusaka, bukan sekadar senjata.
  2. Bedog (Golok): Alat serbaguna untuk memotong kayu, berkebun, atau perlengkapan rumah tangga.
  3. Congkrang: Alat tajam yang digunakan untuk membersihkan rumput atau menyiangi kebun.
  4. Arit: Pisau melengkung yang digunakan untuk memotong rumput atau memanen padi.
  5. Pacul (Cangkul): Alat utama untuk mengolah tanah.
  6. Etem: Ani-ani, alat kecil untuk memotong tangkai padi.
  7. Patik: Alat sejenis kapak kecil yang digunakan untuk memahat atau membelah kayu.
  8. Sulimat: Alat tajam yang digunakan untuk mengupas sabut kelapa.
  9. Jamparing: Sebutan untuk anak panah, sedangkan busurnya disebut “Gondewa”.

Itulah beberapa pakarang atau senjata tajam yang dikenal masyarakat Sunda dan digunakan baik untuk bertani, berburu atau sebagai pertahanan diri.

Editor :
Berita Terkait
Berita Terkini