SUKABUMIUPDATE.com - Perayaan Imlek atau Chinese New Year bukan hanya sekadar pesta tahun baru dalam kalender Tionghoa ini adalah rangkaian tradisi yang sarat simbolisme, doa baik, dan harapan akan masa depan yang lebih cerah. Tiap ritual yang dilakukan memiliki makna mendalam yang bertahan selama ribuan tahun. Berikut ini 10 tradisi Imlek yang unik, penuh makna, dan filosofis.
1. Membersihkan Rumah Sebelum Imlek (扫尘 / sao chen)
Sebelum Hari Raya tiba, keluarga membersihkan rumah secara menyeluruh untuk menyapu nasib buruk dan energi negatif dari tahun sebelumnya, membuka ruang bagi keberuntungan yang baru mengalir. Setelah Imlek dimulai, menyapu dilarang karena dipercaya dapat menyapu pergi keberuntungan yang baru datang.
2. Menempel Huruf 福 Terbalik di Pintu
Huruf 福 berarti berkebahagiaan/berkah. Dipasang terbalik karena bunyi Mandarin kata terbalik/倒 (dào) mirip dengan datang/到 (dào), sehingga secara simbolis berarti keberuntungan telah datang ke rumah.
Baca Juga: 9 Manfaat Minum Air Jahe Hangat di Pagi Hari: Cara Alami Jaga Kesehatan dan Metabolisme
3. Pertunjukan Barongsai dan Tarian Naga
Tarian Barongsai dan Naga merupakan atraksi khas Imlek yang dipercaya membawa keberuntungan, kemakmuran, dan mengusir roh jahat. Para pemain menggerakkan singa atau naga diiringi drum dan gong untuk menciptakan suasana semangat dan positif.
4. Tidak Memotong Rambut Menjelang Imlek
Dalam budaya Tionghoa tradisional, rambut dianggap bagian dari tubuh yang diturunkan oleh orang tua. Memotong rambut saat menjelang Imlek dianggap mengurangi keberuntungan dan rezeki yang mengalir di tahun baru. Ini juga mencerminkan penghormatan terhadap asal usul.
5. Memberi Angpao dengan Angka Tertentu
Angpao atau hongbao adalah amplop merah berisi uang yang diberikan terutama kepada anak-anak dan yang belum menikah. Angka yang dipilih pun penting angka 8 dianggap membawa keberuntungan karena mirip bunyi kata makmur dalam Mandarin, sedangkan angka 4 dihindari karena bunyinya mirip dengan kata mati.
Baca Juga: Mikel Arteta: Hanya Cedera yang Mampu Gagalkan Arsenal Raih Gelar
6. Makan Ikan tapi Tidak Dihabiskan
Ikan (yú / 鱼) sengaja tidak dihabiskan sepenuhnya saat makan malam Imlek karena bunyinya mirip dengan surplus (年年有余), yang melambangkan kelimpahan rezeki setiap tahun. Filosofi ini dipercaya membawa keberuntungan finansial dan kehidupan yang berlebih pada tahun yang baru.
7. Menyalakan Petasan & Suara Keras untuk Mengusir Nian
Menurut legenda, makhluk bernama Nian akan keluar saat pergantian tahun untuk menakut-nakuti orang. Suara petasan, gong, dan drum diyakini mengusir roh jahat dan energi negatif, sekaligus menyambut awal yang baru dengan semangat yang tinggi.
8. Menyalakan Lampion sebagai Simbol Harapan
Lampion merah yang digantung saat Imlek bukan hanya dekorasi, tetapi melambangkan cahaya harapan, rezeki yang bersinar, serta doa agar tahun baru penuh keberuntungan. Lampion merah sering terlihat di jalanan, rumah, dan tempat umum.
9. Tradisi Bai Nian (拜年): Sungkeman & Ucapan Tahun Baru
Bai Nian adalah tradisi silaturahmi di mana keluarga dan kerabat saling mengunjungi, mengucapkan salam seperti Gong Xi Fa Cai (semoga kaya dan makmur), serta berbagi doa dan harapan baik. Ini memperkuat hubungan sosial dan keharmonisan keluarga.
10. Festival Cap Go Meh (Lantern Festival)
Imlek tidak hanya dirayakan selama satu hari; puncaknya adalah Festival Cap Go Meh pada hari ke-15 kalender lunar ditandai dengan Lantern Festival. Lentera warna-warni dinyalakan, dan di beberapa tempat diadakan lomba tangyuan simbol kebersamaan dan kehidupan yang harmonis.
Semua tradisi ini memiliki satu inti filosofi: mengusir kesialan, menjemput keberuntungan, memperkuat ikatan sosial, serta memulai tahun baru dengan hati yang bersih dan penuh harapan. Ia bukan sekadar ritual budaya, tetapi juga cerminan nilai-nilai kebersamaan, doa, dan kesejahteraan keluarga dalam budaya Tionghoa.
Baca Juga: 40 Link Twibbon Imlek 2026: Desain Keren, Gratis Tinggal Download!
Sumber: Berbagai sumber


