Donor Darah Penting, Ketua Umum FKDB Ingatkan Jajarannya

Donor Darah Penting, Ketua Umum FKDB Ingatkan Jajarannya

SUKABUMIUPDATE.com - Program donor darah yang digulirkan oleh ketua umum Forum Komunikasi Doa Bangsa (FKDB) dan Pembina Yayasan Pembina Pendidikan Doa Bangsa (YPPDB) Ayep Zaki, sejak beberapa bulan lalu hingga kini terus dilakukan secara rutin oleh seluruh jajaran FKDB.

Menurut Aa Zaki sapaan Ayep Zaki, setelah 30 September 2018 lalu, DPD FKDB Riau melakukan kegiatan aksi donor darah sebagai wujud pelaksanaan dari intruksi tersebut.

"Kemudian disusul oleh daerah lainya, seperti oleh pengurus DPD FKDB di daerah Kalimantan Selatan" ujarnya kepada sukabumiupdate.com, Kamis (8/11/2018).

Sebagai pembina dan pemberi motivator pada kegiatan bakti sosial pada masyarakat, Aa Zaki menyampaikan kegiatan donor darah yang dilakukannya pada hari ini untuk mengingatkan kembali seluruh anggota masyarakat khususnya anggota FKDB dan seluruh jajarannya agar membiasakan diri secara rutin untuk melakukan donor darah.

"Kegiatan ini sangat penting, mengingat kebutuhan darah sebagai penunjang kegiatan medis masih sangat jauh dari cukup," ucapnya.

BACA JUGA: Bantu Berdayakan Ekonomi Masyarakat, Koperasi FKDB Tandatangani Perjanjian Kerjasama

Oleh karena itu, AA Zaki memohon kepada seluruh jajaran FKDB dimanapun berada agar kembali menyusun dan melaksanakan kegiatan rutin donor darah. Sehingga tak sebatas seremonial belaka tetapi lebih kepada rasa tanggung jawab dan rasa kemanusiaan.

"Mudah-mudahan dengan kegiatan bakti sosial yang secara rutin dan berkala dilakukan dapat membantu pemerintah dalam menanggulangi masalah kekurangan stok darah Nasional," pungkasnya.

Berita Terkini
Ilustrasi - Tulisan ini mengajak kita merenungkan ironi tentang sensitivitas terhadap yang masuk ke perut, tetapi sering abai terhadap yang masuk ke rekening. (Sumber : AI/Gemini).

Lebih Takut Daging Babi daripada Uang Korupsi?

Seorang office boy panik usai tak sengaja memakan daging babi. kisah itu, muncul refleksi tajam tentang korupsi, uang haram, dan mengapa manusia sering lebih takut pada makanan terlarang daripada harta yang diperoleh tidak halal.

07 Nov 2026, 17:18 WIB