Probiotik Makin Populer, Ini yang Perlu Diperhatikan Sebelum Mengkonsumsinya

Sukabumiupdate.com
Selasa 06 Okt 2026, 11:00 WIB
Probiotik Makin Populer, Ini yang Perlu Diperhatikan Sebelum Mengkonsumsinya

Ilustrasi yogurt sebagai salah satu makanan yang mengandung probiotik (Sumber : Freepik/@nensuria)

SUKABUMIUPDATE.com - Belakangan ini, probiotik semakin sering dibicarakan seiring meningkatnya perhatian terhadap kesehatan usus atau gut health. Tren tersebut tidak hanya terlihat dari semakin banyaknya produk yang menawarkan kandungan probiotik, tetapi juga dari perkembangan riset mengenai mikrobioma dan hubungannya dengan kesehatan tubuh.

Dilansir dari BPOM RI,.dalam Malaysia Microbiome Meeting 2026 pada 3 Oktober 2026, Kepala BPOM menyoroti peluang besar ilmu mikrobioma dalam pengembangan produk kesehatan. Namun, BPOM juga menegaskan bahwa inovasi di bidang ini tetap harus didukung bukti ilmiah yang kuat untuk memastikan keamanan, mutu, dan efektivitasnya.

Di Indonesia, perhatian terhadap probiotik juga tercermin dari diterbitkannya Peraturan BPOM Nomor 17 Tahun 2025 tentang Pedoman Penilaian Produk Suplemen Kesehatan Mengandung Probiotik. Regulasi tersebut mengatur penilaian produk berdasarkan identitas mikroorganisme, keamanan, khasiat, mutu, serta klaim manfaat yang diajukan.

Baca Juga: Susah Tidur? Coba 6 Trik Relaksasi Ini agar Tubuh Lebih Cepat Terlelap

Apa Itu Probiotik?

Probiotik merupakan mikroorganisme hidup yang apabila dikonsumsi dalam jumlah yang memadai dapat memberikan manfaat kesehatan. Probiotik dapat ditemukan dalam sejumlah produk makanan maupun suplemen.

Namun, penting untuk memahami bahwa tidak semua makanan fermentasi otomatis dapat disebut sebagai probiotik. Probiotik harus merupakan mikroorganisme hidup dengan strain tertentu, diberikan dalam jumlah tertentu, dan telah terbukti memberikan manfaat kesehatan.

Artinya, sekadar melihat tulisan mengandung bakteri baik belum cukup untuk menentukan apakah sebuah produk benar-benar memberikan manfaat probiotik yang telah terbukti.

Manfaat Probiotik Tidak Selalu Sama

Probiotik memang banyak dikaitkan dengan kesehatan pencernaan. Namun jenis probiotik tertentu dapat membantu kondisi tertentu, seperti diare atau diare yang berkaitan dengan penggunaan antibiotik.

Namun, manfaat tersebut tidak berlaku secara otomatis untuk seluruh produk probiotik. Efeknya dapat berbeda tergantung jenis mikroorganisme, strain, jumlah yang dikonsumsi, serta kondisi orang yang mengonsumsinya.

Karena itu, anggapan bahwa semakin banyak kandungan probiotik berarti semakin baik juga tidak selalu tepat.

Perhatikan Jenis dan Strain Probiotik

Salah satu hal yang sering terlewat ketika memilih produk probiotik adalah jenis atau strain mikroorganisme yang digunakan.

Mikroorganisme probiotik memiliki nama berdasarkan genus, spesies, dan strain. Perbedaan strain dapat berpengaruh terhadap manfaat yang dihasilkan. Bahkan, jumlah colony-forming units (CFU) yang lebih tinggi tidak otomatis berarti manfaat kesehatan yang lebih besar.

Oleh sebab itu, konsumen sebaiknya tidak hanya terpaku pada angka CFU atau klaim bakteri baik, tetapi juga memperhatikan informasi strain, aturan penggunaan, tanggal kedaluwarsa, serta cara penyimpanannya.

Baca Juga: Selain Tempe, Ini 6 Makanan Fermentasi Lokal yang Kaya Probiotik

Jangan Asal Menganggap Semua Probiotik Cocok untuk Semua Orang

Pada orang sehat, probiotik umumnya memiliki risiko efek samping yang rendah, meski sebagian orang dapat mengalami keluhan seperti gas atau gangguan pencernaan ringan.

Namun, probiotik tidak selalu cocok untuk setiap orang. Risiko tertentu dapat lebih besar pada orang dengan kondisi kesehatan tertentu atau sistem kekebalan tubuh yang lemah. Karena itu, orang yang memiliki kondisi medis khusus sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga kesehatan sebelum mengonsumsi suplemen probiotik.

Pada akhirnya, tren gut health dan probiotik memang membuka peluang untuk semakin memahami hubungan antara mikroorganisme di dalam tubuh dan kesehatan. Namun, semakin populernya produk probiotik juga membuat konsumen perlu lebih kritis.

Probiotik bukan sekadar soal bakteri baik, tetapi juga soal strain, dosis, bukti manfaat, keamanan, dan kebutuhan masing-masing orang. Dengan memahami hal tersebut, konsumen dapat lebih bijak sebelum memilih dan mengkonsumsi produk probiotik.

Baca Juga: Mengenal Probiotik: Rahasia Alami untuk Menjaga Daya Tahan Tubuh

Sumber: BPOM RI

Berita Terkait
Berita Terkini