Belanja Warga Selama Ramadan dan Idul Fitri 2026 Capai Rp184,02 Triliun

Sukabumiupdate.com
Selasa 14 Apr 2026, 16:29 WIB
Belanja Warga Selama Ramadan dan Idul Fitri 2026 Capai Rp184,02 Triliun

Ilustrasi AI. Belanja warga selama ramadan dan idul fitri 2026 (Sumber: copilot)

SUKABUMIUPDATE.com - Perputaran uang selama ramadan dan Idul Fitri 2026 dimana budaya mudik lebaran di dalamnya terjadi di seluruh level ekonomi dan wilayah. Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menyebut momentum ini menjadi pendorong utama konsumsi rumah tangga pada awal 2026, dimana Belanja Nasional triwulan I 2026 berhasil menembus Rp184,02 triliun.

Lonjakan tersebut menunjukkan peran signifikan periode musiman dalam menjaga daya beli masyarakat di tengah dinamika kondisi global. Data Kementerian Perdagangan mencatat realisasi tersebut melampaui target yang ditetapkan sebesar Rp172,38 triliun.

“Secara keseluruhan, realisasi Program Belanja Nasional Triwulan I Tahun 2026 tercatat mencapai Rp184,02 triliun, melampaui target yang ditetapkan sebesar Rp172,38 triliun," ujar Budi kepada wartawan, Senin 13 April 2026. 

Baca Juga: Korlantas Polri Dukung Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Tanpa KTP Pemilik Lama

Kontribusi terbesar berasal dari program Friday Mubarak yang digelar oleh APRINDO dengan nilai transaksi mencapai Rp129,12 triliun. Angka ini tercatat 8,5 persen di atas target, dengan partisipasi sekitar 200 merek ritel, 11 juta pedagang pasar, hingga 13.450 pasar rakyat di seluruh Indonesia.

Sementara itu, program Belanja di Indonesia Aja (BINA) Lebaran 2026 mencatat transaksi sebesar Rp54,9 triliun atau 2,8 persen di atas target. Program ini melibatkan sekitar 800 merek dan 80.000 gerai ritel yang tersebar di 24 provinsi.

“Capaian pada Triwulan 1 menjadi pondasi penting untuk menjaga keberlanjutan konsumsi domestik sepanjang tahun 2026,” katanya.

Baca Juga: SPPG Cibeureum Babakan II Berdayakan Yatim Piatu sebagai Relawan MBG

Melansir suara.com, selain nilai transaksi, tren kunjungan masyarakat ke pusat perbelanjaan juga menunjukkan peningkatan. Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) mencatat kenaikan kunjungan hingga 12 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Konsumsi masyarakat selama periode tersebut didominasi oleh kategori makanan dan minuman serta sektor hiburan, yang secara konsisten menjadi penggerak utama belanja musiman.

“Peningkatan kunjungan ini menjadi sinyal positif pemulihan dan penguatan sektor ritel nasional. Pemerintah optimistis tren ini akan terus berlanjut dengan proyeksi pertumbuhan kunjungan pada Triwulan I-2026 yang diperkirakan tetap tumbuh di atas 10 persen secara tahunan (year-on-year),” jelas Budi.

Editor :
Berita Terkait
Berita Terkini