SUKABUMIUPDATE.com - Ketombe sering dianggap muncul karena seseorang jarang keramas. Padahal, rutin mencuci rambut tidak selalu membuat serpihan putih dan rasa gatal di kulit kepala hilang. Ketombe dapat dipengaruhi oleh kondisi kulit kepala, produksi minyak, kebiasaan perawatan rambut, hingga kondisi seperti dermatitis seboroik. Lantas, kebiasaan apa saja yang bisa membuat ketombe semakin sulit dikendalikan?
1. Langsung Memakai Hijab Saat Rambut Masih Basah
Ini menjadi salah satu kebiasaan yang perlu diperhatikan, terutama bagi perempuan berhijab.
Setelah keramas, rambut dan kulit kepala yang masih basah kemudian langsung ditutup dengan hijab dapat membuat area tersebut berada dalam kondisi lembap lebih lama. Kondisi tertutup dapat memengaruhi lingkungan kulit kepala. Karena itu, sebaiknya keringkan rambut dan kulit kepala terlebih dahulu sebelum menggunakan hijab. Tidak harus menggunakan alat dengan suhu tinggi; membiarkannya kering secara alami atau menggunakan pengering rambut pada suhu rendah atau sedang dapat menjadi pilihan.
Baca Juga: Bukan Cuma Mengurangi Gula, Ini Makanan yang Baik untuk Menjaga Gula Darah
2. Sering Menggunakan Dry Shampoo sebagai Pengganti Keramas
Dry shampoo memang praktis ketika tidak sempat mencuci rambut, tetapi produk ini tidak menggantikan fungsi sampo dan air.
Dry shampoo tidak benar-benar membersihkan kulit kepala dari minyak, sel kulit mati, dan mikroorganisme. Jika terus digunakan tanpa keramas biasa, residu dapat menumpuk dan berkontribusi terhadap masalah kulit kepala seperti dermatitis seboroik.
3. Tidak Membilas Sampo sampai Bersih
Sisa sampo yang tertinggal pada kulit kepala dapat menyebabkan iritasi, terutama pada orang yang kulit kepalanya sensitif.Rasa gatal dan kulit bersisik pun dapat muncul atau menjadi lebih buruk.
Karena itu, jangan terburu-buru saat membilas rambut. Pastikan bagian kulit kepala, terutama di belakang kepala dan sekitar garis rambut, tidak lagi terasa licin karena sisa produk.
4. Langsung Membilas Sampo Antiketombe
Sampo antiketombe memiliki aturan penggunaan yang berbeda dari sampo biasa. Beberapa bahan aktif membutuhkan waktu untuk bekerja pada kulit kepala sebelum dibilas.
Beberapa sampo antiketombe perlu dibiarkan pada kulit kepala selama sekitar 5–10 menit, tergantung produk dan bahan aktifnya. Namun, waktu penggunaan tetap harus mengikuti petunjuk pada kemasan.
5. Terlalu Banyak Menggunakan Produk Styling
Pomade, wax, gel, hair spray, dan produk penataan rambut lainnya dapat meninggalkan residu. Bila digunakan terlalu banyak dan tidak dibersihkan dengan baik, produk dapat menumpuk pada kulit kepala.
6. Menggosok Kulit Kepala Terlalu Keras
Merasa gatal sering membuat seseorang ingin menggaruk atau menggosok kulit kepala sekuat mungkin dengan harapan serpihan ketombe segera hilang. Padahal, kulit kepala yang mengalami dermatitis seboroik mudah mengalami iritasi.
Baca Juga: 5 Makanan yang Bisa Bikin Gula Darah Cepat Naik
7. Menggunakan Air Terlalu Panas Saat Keramas
Air panas memang terasa nyaman, terutama setelah beraktivitas seharian. Namun, kebiasaan mandi atau keramas dengan air sangat panas dapat membuat kulit dan kulit kepala menjadi lebih kering. Gunakan air hangat yang nyaman, bukan air yang terlalu panas, terutama ketika kulit kepala sedang terasa kering atau gatal.
8. Membiarkan Keringat Terperangkap di Bawah Hijab
Kondisi kulit kepala yang panas dan berkeringat juga perlu diperhatikan. Penggunaan penutup kepala dapat memengaruhi lingkungan kulit kepala, termasuk kelembapan. Karena itu, setelah beraktivitas atau berolahraga hingga berkeringat banyak, berikan waktu bagi rambut dan kulit kepala untuk mengering sebelum kembali menggunakan penutup kepala.
9. Terlalu Sering Berganti Produk Rambut
Ketombe yang tidak kunjung hilang terkadang membuat seseorang terus mencoba berbagai sampo dan produk baru.
Padahal, jika kulit kepala sedang sensitif, terlalu banyak produk dapat meningkatkan kemungkinan iritasi.
10. Membiarkan Stres dan Kurang Istirahat Berlarut-larut
Ketombe juga tidak hanya berkaitan dengan rutinitas mencuci rambut. Stres dapat memperburuk flare-up dermatitis seboroik pada sebagian orang.
Kekambuhan dermatitis seboroik dapat lebih sering terjadi ketika tingkat stres meningkat. Karena itu, tekanan pekerjaan, kurang waktu beristirahat, atau stres berkepanjangan juga perlu diperhatikan ketika masalah kulit kepala terus berulang.
Pada akhirnya, sering keramas bukan satu-satunya kunci untuk mengatasi ketombe. Cara menggunakan sampo, kondisi rambut sebelum memakai hijab, kebiasaan memakai dry shampoo dan produk styling, paparan panas, keringat, hingga stres juga dapat berpengaruh. Dengan memperhatikan kebiasaan sehari-hari tersebut, perawatan kulit kepala bisa dilakukan dengan lebih tepat.
Baca Juga: Lowongan Kerja Sukabumi Lulusan SMA/SMK Semua Jurusan Sebagai Operator Bottling
Sumber: Mayo Clinic













