PHK di Jawa Barat Tembus 4.954 Orang pada Semester I 2026

Sukabumiupdate.com
Senin 28 Sep 2026, 17:54 WIB
PHK di Jawa Barat Tembus 4.954 Orang pada Semester I 2026

Ilustrasi PHK. | Foto: Istimewa

SUKABUMIUPDATE.com - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mencatat 10.880 orang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) sepanjang Januari-Agustus 2026. Dalam delapan bulan terakhir, PHK paling banyak terjadi pada Februari dengan jumlah 1.894 orang.

“Tenaga kerja yang terkena PHK akibat mengundurkan diri, pensiun, cacat total tetap, atau meninggal dunia, tidak termasuk dalam perhitungan,” dikutip dari data Satudata Kemnaker periode Januari-Agustus 2026 melalui laporan tempo.co.

Lebih khusus, di Jawa Barat terhitung terjadi PHK sebanyak 4.626 orang pada triwulan I (Januari-Maret). Kemudian meningkat menjadi 4.954 orang pada triwulan II (April-Juni) atau Semester I 2026. Sementara pada Juli sebanyak 1.168 orang dan Agustus sebanyak 132 orang.

Di bawah Jawa Barat, provinsi lain yang banyak terjadi PHK selama delapan bulan terakhir adalah Banten (6.303 orang), Jawa Timur (5.400 orang), Jawa Tengah (4.769 orang), dan DKI Jakarta (3.900 orang). Sementara itu, provinsi yang paling sedikit terjadi PHK adalah Gorontalo (47 orang), Maluku (55 orang), Sulawesi Barat (71 orang), Maluku Utara (86 orang), dan Nusa Tenggara Timur (96 orang).

Baca Juga: Gaji ASN Dipotong 30 Persen Agar PPPK Tidak di PHK, Komisi II DPR Nilai Berisiko

Secara keseluruhan, orang yang terkena PHK di Indonesia berjumlah 53.490 selama delapan bulan terakhir. Menurut Satudata Kemnaker, pengelompokan jumlah tenaga kerja PHK per periode mengacu pada tanggal terjadinya PHK yang tercatat di aplikasi Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP).

“Data pada sistem JKP dapat berubah sewaktu-waktu akibat penambahan, pembaruan, atau koreksi data,” dikutip dari laporan tersebut.

Menurut Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat, periode Februari dan Mei 2026 terjadi penyerapan tenaga kerja sebanyak 205 ribu orang di Jawa Barat. Pada periode yang sama, pengangguran di provinisi tersebut lebih banyak dengan jumlah 1,79 juta orang.

Dari sudut pandang realisasi investasi sepanjang 2026, Kementerian Investasi dan Hilirisasi mencatat penanaman modal asing (PMA) dan penanaman modal dalam negeri (PMDN) pada triwulan I di Jawa Barat sebesar Rp 76,8 triliun, lebih besar dibandingkan triwulan II sebesar Rp 61,3 triliun. Total investasi pada Semester I berjumlah Rp 138,1 triliun.

Tahun lalu, realisasi investasi di Indonesia paling banyak terjadi di Jawa Barat dengan kontribusi 15,4 persen. Sementara, realisasi investasi di Jawa Barat selama semester I 2026 baru 46,5 persen dari sepanjang 2025 berjumlah Rp 296,8 triliun.

Sumber: Tempo.co

Berita Terkait
Berita Terkini