KDM Bereaksi Viralnya Oknum Wartawan Ngamuk di Sekolah Sukabumi, Tim Hukum Jabar Turun

Sukabumiupdate.com
Selasa 01 Sep 2026, 09:16 WIB
KDM Bereaksi Viralnya Oknum Wartawan Ngamuk di Sekolah Sukabumi, Tim Hukum Jabar Turun

Oknum wartawan yang ngamuk di Sukabumi mendapat sorotan dari Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. (Sumber : Instagram/@dedimulyadi71).

SUKABUMIUPDATE.com – Aksi seorang oknum wartawan yang marah-marah di lingkungan SDN 2 Sukaraja, Kabupaten Sukabumi, menjadi sorotan publik setelah videonya viral di media sosial.

Viralnya video tersebut kemudian mendapat perhatian dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi atau yang akrab disapa KDM. Melalui akun media sosialnya, KDM menyoroti tindakan oknum wartawan tersebut yang dinilai tidak mencerminkan sikap seorang jurnalis.

"Assalamualaikum, sampurasun, wilujeng enjing wargi Jabar. Saya melihat sebuah tayangan yang dilakukan oleh oknum wartawan di Sukabumi berteriak-teriak, mencak-mencak di sekolah dasar. Saya lihat di mana di situ anak-anak di sekitarnya lagi bermain," ujar Dedi Mulyadi.

KDM mengaku belum mengetahui secara pasti persoalan yang melatarbelakangi kejadian tersebut. Namun, ia menilai tindakan yang dilakukan di lingkungan sekolah tersebut tidak sesuai dengan prinsip-prinsip yang seharusnya dimiliki seorang jurnalis.

"Dan saya tidak tahu inti masalahnya apa, tetapi bahwa tindakan-tindakan tersebut tidak mencerminkan prinsip-prinsip yang harus dimiliki oleh seorang jurnalis," katanya.

Baca Juga: Mulus, Jalan Mareleng-Ciracap Sepanjang 590 Meter Ditangani Dinas PU Sukabumi

Menurut KDM, meskipun pengelolaan pendidikan dasar merupakan kewenangan Pemerintah Kabupaten Sukabumi melalui Dinas Pendidikan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan mengambil langkah dengan mengirimkan tim hukum ke lokasi.

"Dan selanjutnya, meskipun itu adalah kewenangan Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, Pemerintah Provinsi Jawa Barat hari ini akan meminta tim hukum untuk segera datang ke lokasi, menginvestigasi dan kemudian melakukan advokasi agar peristiwa tersebut tidak terulang lagi," ujarnya.

KDM menegaskan, langkah tersebut dilakukan untuk menjaga kredibilitas lembaga pendidikan dan memastikan lingkungan sekolah terbebas dari berbagai tindakan intimidatif yang dapat mengganggu sistem pendidikan.

"Agar lembaga-lembaga pendidikan terjaga kredibilitasnya, terbebas dari berbagai unsur intimidatif yang dapat merusak sistem pengelolaan pendidikan di Jawa Barat," katanya.

Baca Juga: Truk ODOL di Jalan Cidahu Sukabumi, Warga Protes: Minta Pengawasan Diperketat

Ia menambahkan, secara kewenangan persoalan tersebut memang menjadi tanggung jawab pemerintah daerah. Namun, Pemerintah Provinsi Jawa Barat tetap perlu mengambil langkah nyata untuk melindungi dunia pendidikan.

"Dari sisi tanggung jawab memang tanggung jawab bupati dan kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, tetapi saya melihat bahwa ini harus ada langkah-langkah yang nyata untuk melindungi pendidikan di Jawa Barat, baik pendidikan di tingkat dasar, pertama maupun menengah. Saya ucapkan terima kasih," pungkasnya.

Diamankan Polisi, Positif Sabu

Sementara itu, oknum wartawan yang viral karena marah-marah di SDN 2 Sukaraja tersebut telah diamankan oleh pihak kepolisian.

Dari hasil pemeriksaan awal, pria berinisial AS (46) diketahui positif narkotika jenis sabu berdasarkan tes urine yang dilakukan Polsek Sukaraja bersama Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Sukabumi.

Kapolsek Sukaraja Kompol Aguk Khusaeni membenarkan pihaknya telah mengamankan yang bersangkutan setelah menerima laporan dari pihak sekolah.

"Ya, benar. Tadi terjadi ada dugaan oknum wartawan yang ngamuk-ngamuk atau marah-marah di salah satu sekolah dasar di wilayah Sukaraja. Dan ketika kita menerima informasi, langsung kita amankan, dan sekarang lagi dalam proses penyelidikan," kata Aguk kepada awak media, Senin (31/8/2026) malam.

Baca Juga: Oknum Wartawan Sukabumi yang Ngamuk di Sekolah Ditangkap Polisi, Hasil Tes Urine Positif Narkoba

Menurut Aguk, setelah diamankan, AS langsung menjalani serangkaian pemeriksaan, termasuk tes urine menggunakan alat dari BNNK Sukabumi.

"Tadi sudah kita lakukan tes urine dengan alat dari BNK, dan setelah dilakukan tes urine hasilnya positif sabu," ungkapnya.

Saat ini, polisi masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap AS. Penyidik juga tengah mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi serta alat bukti untuk mengungkap secara utuh peristiwa yang terjadi.

IJTI Sukabumi Kecam Dugaan Pemerasan dan Intimidasi di Sekolah

Sementara itu, Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Koordinator Daerah Sukabumi turut menyampaikan pernyataan sikap terkait dugaan kasus pemerasan terhadap seorang kepala sekolah di Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi, yang diduga dilakukan oleh oknum yang mengatasnamakan profesi wartawan.

Dalam pernyataannya, IJTI Korda Sukabumi menegaskan bahwa tindakan pemerasan dengan menggunakan profesi jurnalis sebagai alat untuk menekan narasumber merupakan pelanggaran serius terhadap kode etik jurnalistik.

IJTI Korda Sukabumi mengutuk keras tindakan tersebut karena dinilai telah mencederai marwah dan integritas profesi jurnalis.

Selain itu, IJTI juga mengecam segala bentuk kekerasan, intimidasi dan tindakan premanisme di lingkungan pendidikan yang berpotensi mengganggu kondisi mental dan psikis anak-anak di bawah umur.

 

Berita Terkait
Berita Terkini