SUKABUMIUPDATE.com - Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Balai Pengembangan Mekanisasi Pertanian (BP Mektan) Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (Distanhorti) Provinsi Jawa Barat menegaskan kesiapannya dalam mengawal program prioritas pembangunan pertanian ramah lingkungan.
Komitmen tersebut selaras dengan amanat Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, dalam Upacara Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Pasanggrahan Pancarasa, Halaman Gedung Sate, Kota Bandung, Senin (17/8/2026).
Kepala UPTD BP Mektan Distanhorti Jabar, Anggi Jingga, yang hadir langsung bersama jajaran pejabat eselon III dan pejabat Distanhorti Jabar, menyampaikan bahwa pesan Gubernur menekankan pentingnya pemulihan kesehatan tanah serta kesejahteraan para petani di Jawa Barat melalui pendekatan pertanian organik.
Tinggalkan Kimia, Jaga Kesehatan Tanah Jawa Barat
Mengutip arahan Gubernur Dedi Mulyadi, Anggi menegaskan bahwa tanah merupakan media utama bercocok tanam yang harus dijaga keberlanjutannya. Oleh karena itu, penggunaan sarana dan prasarana berbasis kimia harus mulai ditransisikan menuju sistem organik.
Baca Juga: Distanhorti Jabar Susun Roadmap Pengembangan UPTD, BP Mektan Jadi Pusat Inovasi Alsintan
Ia menambahkan, penguatan sektor pertanian organik ini menjadi bagian integral dari ikhtiar mengisi kemerdekaan, yakni dengan memerdekakan dan meningkatkan kesejahteraan seluruh lapisan masyarakat Jawa Barat, termasuk para petani dan peternak.
"Amanat beliau terutama ke (sektor) pertanian, yaitu dalam hal peningkatan kesejahteraan petani dan juga untuk menjaga kesehatan tanah katanya, utamakan budaya pertanian dengan konsep organik. Pak Gubernur berpesan, tingkatkan metode atau aplikasi penggunaan segala macam sarana-prasana pertanian yang berbasis organik. Jadi kita harus meninggalkan kimia untuk menjaga kesehatan tanah, karena tanah merupakan media utama dalam bercocok tanam," ujar Anggi Jingga.
Mekanisasi Penuh dari Pengolahan Tanah hingga Panen
Sebagai unit teknis yang membidangi modernisasi pertanian, BP Mektan Jabar telah mengintegrasikan pemanfaatan Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) untuk mendukung ekosistem pertanian organik terpadu.
Anggi menjelaskan bahwa penerapan mekanisasi di BP Mektan telah mencakup seluruh tahapan budi daya secara holistik (full mechanization).
"Kami di UPTD Balai Mekanisasi Pertanian, mendukung program pertanian organik yang dicadangkan Pak Gubernur. Kita siap mendukung dari sisi penggunaan alat mesin pertanian, untuk mendukung pertanian organik terintegrasi, yaitu full mesin," jelas Anggi.
"Dimulai dari tanam, pengolahan tanah, tanam hingga panen, semuanya full aplikasi mesin pertanian. Dari mulai traktor hingga alat panen nanti dipotong oleh mesin combine harvester," tambahnya.
Langkah responsif ini bahkan telah direalisasikan oleh BP Mektan sebelum amanat tersebut disampaikan secara resmi pada peringatan HUT ke-81 RI. Ke depan, BP Mektan bertekad terus melahirkan inovasi teknologi mekanisasi yang presisi guna mendukung kedaulatan pangan dan kelestarian tanah di Jawa Barat. (adv)















