Antam Ungkap Fakta di Balik Video Kepulan Asap Tambang Emas Pongkor Nanggung

Sukabumiupdate.com
Rabu 14 Jan 2026, 21:33 WIB
Antam Ungkap Fakta di Balik Video Kepulan Asap Tambang Emas Pongkor Nanggung

Tangkapan layar video viral yang menarasikan adanya pekerja terjebak asap tebal akibat ledakan di area tambang emas PT Antam Nanggung Bogor. (Sumber : Istimewa)

SUKABUMIUPDATE.com - Manajemen PT Aneka Tambang Tbk (Antam) secara tegas menepis isu adanya ledakan dan tragedi kemanusiaan yang dikabarkan memakan ratusan korban di kawasan pertambangan emas Unit Bisnis Pertambangan Emas (UBPE) Pongkor di Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

General Manager PT Antam UBPE Pongkor, Nilus Rahmat, membantah narasi yang beredar di media sosial mengenai 700 orang yang terjebak gas beracun. Ia memastikan kondisi operasional saat ini tetap terkendali dan seluruh karyawan dalam keadaan aman.

"Terkait dengan adanya ledakan di area tambang serta klaim ratusan orang terjebak di dalam tambang, kami sampaikan di sini bahwa informasi tersebut tidak benar," tegas Nilus saat memberikan keterangan kepada awak media di Koramil Nanggung, Rabu malam (14/1/2026).

Fakta di Balik Video Kepulan Asap

Nilus menjelaskan bahwa video kepulan asap yang viral sebenarnya adalah dokumentasi penanganan kondisi teknis berupa asap di area tambang bawah tanah di level atau kedalaman 600 meter di bawah permukaan laut (mdpl) yang terdeteksi sekitar pukul 00.30 WIB pada Selasa (13/1/2026).

Saat itu, lanjut Nilus, pemicu insiden teknis tersebut bukan ledakan, melainkan terbakarnya material kayu penyangga (stapling). Kondisi itu memicu peningkatan konsentrasi gas karbon dioksida (CO₂) di area terbatas.

"Pada saat itu adanya terbakarnya sebuah kayu stapling penyangga, kondisi tersebut mengindikasikan konsentrasi gas karbon dioksida di atas ambang manusia," jelasnya.

Baca Juga: Polisi Dalami Kabar Ledakan di Area Tambang Emas PT Antam Nanggung

Berdasarkan hasil pengukuran teknis, kadar gas tercatat mencapai 1.200 PPM (parts per million), yang tergolong berbahaya jika terpapar tanpa penanganan. Menyikapi hal tersebut, manajemen Antam langsung menjalankan prosedur keselamatan sesuai standar operasional.

"Kondisi ini tentunya langsung direspon produksi di area terdampak. Pengaturan sterilisasi di area kejadian untuk keselamatan pekerja," ungkap Nilus.

Penjelasan Mengenai Angka "700"

Nilus juga meluruskan kesalahpahaman publik terkait angka "700" yang dalam isu hoaks disebut sebagai jumlah korban.

"Meluruskan tidak ada korban sebanyak 700 jiwa, bahwa hal itu keliru, di angka tersebut merujuk kepada nama salah satu portal yang merujuk kepada kami tidak pergunakan kembali pada area itu, namanya portal 700 urug," jelasnya.

Baca Juga: Cerita Warga Sukabumi tentang Bajak Laut Culik 4 WNI di Lepas Pantai Gabon Afrika

Karyawan Dipastikan Aman

Manajemen menegaskan bahwa begitu indikator gas meningkat, area terdampak langsung disterilisasi. Tidak ada karyawan yang terjebak di dalam lubang tambang saat proses penanganan berlangsung.

"Penanganan secara terukur dan dinyatakan bertahap pada keselamatan karyawan yang sedang bekerja. seluruh karyawan dinyatakan aman aktivitas operasional dalam kondisi terkendali," kata Nilus.

Perusahaan juga kata dia menjamin tidak ada insiden ledakan yang menghancurkan struktur tambang.

"Perusahaan antam memastikan tidak ada kejadian ledakan atau gas berbahaya, dimana informasi dalam konteks beredar tidak ada karyawan antam yang terjebak di area antam," tandasnya.

Sumber: suarabogor.com

Berita Terkait
Berita Terkini