SUKABUMIUPDATE.com - Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi meraih penghargaan dari pemerintah provinsi Jawa Barat di penghujung tahun 2025. Anugerah Wira Dharma diraih Dinkes karena mampu menjaga sinergitas dan kemitraan antara bidan dan paraji atau tenaga kesehatan tradisional di Kabupaten Sukabumi dalam meningkatkan dan menjamin kualitas kesehatan masyarakat, khususnya dalam proses persalinan.
Penghargaan diserahkan langsung oleh Gubernur Jabar Dedi Mulyadi kepada Kadinkes Kabupaten Sukabumi Masykur Alawi di Sasana Budaya Ganesha, Kota Bandung, Selasa 30 Desember 2025. Penghargaan terbaik ini juga diberikan kepada dua orang paraji di Kabupaten Sukabumi, yaitu Ema Epon di Bojonggenteng dan Ema Juaenah di Cicantayan.
Lewat akun media sosialnya, Masykur Alawi menegaskan bahwa penghargaan ini merupakan apresiasi atas perjuangan seluruh jajaran dinas kesehatan termasuk kades dan relawan kesehatan. “Kabupaten Sukabumi mendapatkan penghargaan dari pak KDM untuk penilaian terbaik bidang kesehatan dalam membangun kemitraan antara bidan, kader dan paraji,” tegasnya.
Baca Juga: Irigasi Rusak Akibat Bencana, Slamet Peringatkan Ancaman Serius Swasembada Pangan
Ini bukan program baru, lanjut Masykur Alawi namun perjuangan sejak lama, dalam rangka meningkatkan taraf kesehatan masyarakat di Kabupaten Sukabumi. “Untuk itu saya ucapkan terima kasih untuk para pendahulu di dinas kesehatan.”
Menurut Masykur Alawi sejak tahun 2013, Kabupaten Sukabumi sudah memiliki peraturan daerah yang mengatur soal kemitraan bidan, paraji dan kader kesehatan, yaitu Perda Nomor 3 tahun 2013. “Kabupaten Sukabumi juga mempelopori program pendampingan kaderisasi paraji. Anak paraji di sekolahkan kebidanan. Sebagai upaya peningkatan jaminan kesehatan dan penyelamatan ibu dan bayi di Kabupaten Sukabumi,” bebernya.
Dinas Kesehatan juga memberikan apresiasi tinggi kepada dua orang paraji yang mendapatkan penghargaan dari Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, yaitu Ema Epon di Bojonggenteng dan Ema Juaenah di Cicantayan sebagai paraji terbaik di Jawa Barat.
Baca Juga: John Herdman: Tiket Piala Dunia Tak Instan, Timnas Indonesia Harus Melangkah Lebih Jauh
“Mudah-mudahan ini menjadi motivasi bagi semua. Dedikasi dari mak Epon dan Ema Juaenah untuk peningkatan kesehatan masyarakat khususnya ibu hamil, melahirkan dan anak di Kabupaten Sukabumi,” pungkasnya. (adv)


