Musnahkan Separuh Babi di Cina, Flu Babi Serang Afrika Selatan

Musnahkan Separuh Babi di Cina, Flu Babi Serang Afrika Selatan

SUKABUMIUPDATE.com - Afrika Selatan sedang melakukan pengujian dan penyelidikan ekstensif untuk membendung penyebaran flu babi (African Swine Flu-ASF) setelah penyakit tersebut terdeteksi di Provinsi Eastern Cape, wabah ketiga yang diketahui tahun ini, menurut pemerintah, Jumat, 29 Mei 2020.

Dilansir dari tempo.co, flu babi Afrika tidak berbahaya bagi manusia namun sangat menular dan mematikan di kalangan babi. Demam tersebut menyebabkan diare, muntah, batuk, perdarahan pada kulit dan tekanan mental parah.

Kementerian Pertanian mengaku sedang melakukan penyelidikan epidemiologis secara meluas dan mengunjungi sejumlah daerah guna menentukan sejauh mana wabah tersebut meluas.

Dua desa mengetahui ada sejumlah kasus positif virus tersebut dan menunggu hasil-hasil tes berikutnya. Wabah terpisah dilaporkan pada 15 Mei di Provinsi Free State, setelah 38 babi di sebuah peternakan mati.

Penyakit tersebut telah menyebabkan hampir separuh babi Cina mati sejak pertama kali ditemukan pada Agustus 2018. Penyakit itu juga telah memberangus ternak babi di seluruh Eropa, terutama di peternakan intensif, tempat peluang untuk berkembang biak lebih besar.

Tidak ada vaksin untuk flu babi Afrika atau obat untuk menyembuhkan penyakit itu sehingga kebijakan biasanya diambil dengan memusnahkan babi yang berpotensi terdampak virus secara massal.

Sumber: Tempo.co

Editor:Budiono
Berita Terkini
Ilustrasi - Tulisan ini mengajak kita merenungkan ironi tentang sensitivitas terhadap yang masuk ke perut, tetapi sering abai terhadap yang masuk ke rekening. (Sumber : AI/Gemini).

Lebih Takut Daging Babi daripada Uang Korupsi?

Seorang office boy panik usai tak sengaja memakan daging babi. kisah itu, muncul refleksi tajam tentang korupsi, uang haram, dan mengapa manusia sering lebih takut pada makanan terlarang daripada harta yang diperoleh tidak halal.

07 Nov 2026, 17:18 WIB