Imbas Pandemi, Air Zamzam Dijual Secara Online Selama Ramadan

Imbas Pandemi, Air Zamzam Dijual Secara Online Selama Ramadan

SUKABUMIUPDATE.com - Selama bulan Ramadan, masyarakat Arab Saudi dapat memberli air Zamzam secara online melalui platform bisnis elekronik Saudi NHAK.

Dilansir dari suara.com, penjualan secara online ini merupakan upaya yang dilakukan National Water co. Arab Saudi (NCW) setelah pusat distribusi ditutup sementara selama pandemi virus corona.

Menyadur Arab News, Sabtu (16/5/2020), pihak NCW menyebut layanan penjualan air Zamzam secara online akan terlebih dulu difokuskan untuk kota Mekkah. Sebelum nantinya menyusul ke kawasan lain di Arab Saudi.

"Distribusi akan tersedia terutama di kota Mekkah. Layanan akan diperluas secara bertahap ke semua wilayah dan kota Kerajaan," kata NCW.

 Pembelian air Zamzam secara online ini memiliki sejumlah aturan terkait jumlah barang dan rentang waktu pembelian.

Disebutkan, pelanggan hanya diizinkan untuk membeli maksimal 4 botol di setiap transaksi. Satu botolnya berukuran 5 liter.

Selain itu, bila pelanggan ini membeli kembali, harus menunggu selang 30 hari dari waktu pembelian pertama.

Air Zamzam ini dibanderol seharga 7,5 riyal saudi atau setara dengan Rp 29 ribu per botol. Pembelian online akan dikenai biaya pengiriman sebesar 21 riyal saudi atau setara Rp 83 ribu.

Proyek Air Raja Abdullah bin Abdul Aziz Zamzam saat ini tengah mengkaji jumlah yang diizinkan dan periode yang sesuai dengan kondisi produksi.

Sementara, perusahaan ritel Panda telah menandatangani perjanjian untuk mendistribusikan air Zamzam ke cabang-cabangnya per 27 April lalu, dengan ketentuan maksimal 2 botol untuk setiap pembelian di toko.

Sumber: Suara.com

Editor:Budiono
Berita Terkini
Ilustrasi - Tulisan ini mengajak kita merenungkan ironi tentang sensitivitas terhadap yang masuk ke perut, tetapi sering abai terhadap yang masuk ke rekening. (Sumber : AI/Gemini).

Lebih Takut Daging Babi daripada Uang Korupsi?

Seorang office boy panik usai tak sengaja memakan daging babi. kisah itu, muncul refleksi tajam tentang korupsi, uang haram, dan mengapa manusia sering lebih takut pada makanan terlarang daripada harta yang diperoleh tidak halal.

07 Nov 2026, 17:18 WIB