TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
bankbjb

Banding Ditolak, Mantan PM Malaysia Najib Razak Divonis 12 Tahun Penjara

Dede Imran
Penulis
Selasa 23 Agt 2022, 19:15 WIB
Banding Ditolak, Mantan PM Malaysia Najib Razak Divonis 12 Tahun Penjara

SUKABUMIUPDATE.com - Pengadilan tinggi Malaysia memvonis Mantan Perdana Menteri Najib Razak 12 tahun penjara pada Selasa, 23 Agustus 2022. Pengadilan memutuskan Najib Razak bersalah atas skandal korupsi multi-miliar dolar di dana negara 1 Malaysia Development Berhad (1MDB).

Selain menolak banding terakhir Najib Razak, pengadilan tinggi negara itu juga menolak permintaannya untuk penangguhan hukuman. 

Najib Razak (69 tahun), dinyatakan bersalah oleh pengadilan yang lebih rendah pada Juli 2020 atas sejumlah tuduhan yaitu pelanggaran kepercayaan kriminal, penyalahgunaan kekuasaan, dan pencucian uang. Ia secara ilegal dituduh menerima sekitar US$ 10 juta dari SRC International, bekas unit 1MDB.

Baca Juga :

Mantan PM Malaysia Najib Razak mengaku tidak bersalah. Di pengadilan, ia dijatuhi hukuman 12 tahun penjara dan denda 210 juta ringgit atau sekitar US$ 46,84 juta.

Ketua Hakim Tengku Maimun Tuan Mat mengatakan pengadilan dengan suara bulat menolak banding Najib Razak. "Pembelaan itu secara inheren tidak konsisten dan luar biasa sehingga tidak menimbulkan keraguan yang masuk akal atas kasus ini. Kami juga menemukan bahwa hukuman yang dijatuhkan tidak berlebihan," katanya.

Pengadilan sebelumnya telah menolak upaya terakhir Najib Razak untuk mencegah putusan akhir dengan meminta pencopotan hakim agung dari panel.

Berbicara di pengadilan beberapa saat sebelum putusan akhir disampaikan, Najib mengatakan dia adalah korban ketidakadilan. Dia meminta dua bulan lagi bagi pengacara barunya untuk mempersiapkan banding.

photoBekas PM Malaysia Najib Razak melakukan wawancara pertama dengan Reuters di sebuah resor di Langkawi soal kasus dugaan korupsi 1MDB, Rabu, 20 Juni 2018. - (Reuters)</span

"Perasaan terburuk harus menyadari bahwa kekuatan peradilan disematkan kepada saya dengan cara yang paling tidak adil," kata Najib Razak kepada pengadilan.


Dede Imran
Editor
Halaman :
BERITA TERPOPULER
Berita Terkini