Niat Bakar Ubi untuk Buka Puasa, Rumah Nenek 102 Tahun di Warungkiara Ludes Terbakar

Sukabumiupdate.com
Selasa 24 Feb 2026, 21:47 WIB
Niat Bakar Ubi untuk Buka Puasa, Rumah Nenek 102 Tahun di Warungkiara Ludes Terbakar

Mak Kiki (102 thn), janda lansia di Warungkiara Sukabumi, kehilangan rumahnya setelah tungku kayu untuk bakar ubi menyambar dinding bambu (Sumber Foto: Istimewa)

SUKABUMIUPDATE.com - Nasib malang menimpa Mak Kiki (102 tahun), janda lansia warga Kampung Ciawi RT 04/RW 04, Desa Bantarkalong, Kecamatan Warungkiara, Kabupaten Sukabumi. Harapan untuk menikmati ubi bakar saat berbuka puasa sirna setelah rumah kayu berbilik bambu yang ditempatinya ludes dilalap si jago merah, Selasa (24/2/2026).

Insiden memilukan itu terjadi sekitar pukul 15.35 WIB. Kobaran api menghanguskan bangunan tempat tinggal lansia yang selama ini diketahui hidup sebatang kara tersebut.

Kepala Desa Bantarkalong, Rohmatullah, menjelaskan bahwa api diduga berasal dari tungku kayu bakar di dapur. Saat itu, Mak Kiki tengah menyiapkan ubi untuk menu berbuka puasa.

"Api dari tungku tiba-tiba menyambar dinding bambu rumah. Pemilik rumah sempat berupaya memadamkan api secara mandiri, namun karena material bangunan yang mudah terbakar, api dengan cepat membesar dan merambat ke seluruh bagian bangunan," ungkap Rohmatullah kepada sukabumiupdate.com.

Baca Juga: Kebakaran Tiga Rumah di Cimanggu Sukabumi, Motor dan Hasil Panen Hangus

Warga sekitar yang melihat kepulan asap langsung berdatangan menuju lokasi. Dengan alat seadanya, mereka berjibaku memadamkan api agar tidak merambat ke pemukiman warga lainnya sebelum petugas pemadam tiba.

Meski kehilangan tempat tinggal dan harta bendanya, Mak Kiki berhasil menyelamatkan diri tepat waktu. Pihak desa memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa ini.

“Alhamdulillah tidak ada korban meninggal maupun luka. Tetapi untuk kerugian material rumah hangus. Mak Kiki kini mengungsi sementara di rumah tetangga yang juga masih keluarganya,” tambah Rohmatullah.

Merespons kejadian ini, pemerintah desa mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat menggunakan alat masak tradisional seperti tungku kayu bakar.

“Kami mengingatkan warga agar selalu memperhatikan faktor keselamatan saat memasak menggunakan tungku tradisional. Pastikan api benar-benar padam dan jauh dari bahan yang mudah terbakar,” tegasnya.

Berita Terkait
Berita Terkini