SUKABUMIUPDATE.com – Di tengah geliat pengembangan pariwisata di berbagai daerah, Desa Cibodas, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Sukabumi, menyimpan potensi wisata alam yang belum banyak diketahui masyarakat luas.
Salah satunya Puncak Pantun yang berada di Kampung Legok Jambu. Kawasan dataran tinggi ini menawarkan panorama matahari terbit yang berpadu dengan kabut dan hamparan lautan awan.
Keindahan tersebut sempat membuat Puncak Pantun dikenal dan ramai diperbincangkan. Namun, seiring berjalannya waktu, popularitas kawasan ini mulai meredup dan jumlah pengunjung pun relatif berkurang.
Kondisi tersebut mendorong mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) STKIP Bina Mutiara Sukabumi Kampus Surade, Kelompok 03 Desa Cibodas, untuk kembali memperkenalkan potensi Puncak Pantun melalui program publikasi sejarah wisata.
Baca Juga: Buka Lahan-Bakar Sampah Ditinggal Pergi, Api Hanguskan Lahan 3.000 Meter Persegi di Parungkuda
Ketua KKM Kelompok 03 Desa Cibodas, Rival Gunawan, mengatakan program tersebut bertujuan mengangkat kembali potensi wisata sekaligus memperkenalkan sejarah dan identitas lokal yang melekat pada Puncak Pantun.
“Kami mencoba menggali kembali informasi mengenai sejarah Puncak Pantun dan potensi yang ada di sana, kemudian kami kemas dalam bentuk video publikasi agar bisa lebih dikenal masyarakat,” kata Rival kepada Sukabumiupdate.com, Selasa (11/8/2026).
Menurut Rival, informasi mengenai sejarah dan karakteristik Puncak Pantun diperoleh melalui wawancara dengan sejumlah tokoh masyarakat setempat, salah satunya Kepala Dusun Apeng Yogaswara atau yang akrab disapa Kadus Apeng.
Dari penelusuran tersebut, nama Puncak Pantun memiliki cerita yang berkaitan dengan kondisi geografis sekaligus kebiasaan masyarakat setempat.
Kawasan Puncak Pantun berada di wilayah dataran tinggi. Di sisi lain, masyarakat setempat dikenal memiliki kebiasaan berpantun. Perpaduan antara kondisi alam dan budaya tersebut kemudian menjadi bagian dari identitas yang melekat pada nama Puncak Pantun.
Baca Juga: DP3A Dampingi Persidangan Kasus Kekerasan Seksual Anak di Kalapanunggal: Kini Korban Kembali Sekolah
“Bukan hanya pemandangannya yang ingin kami kenalkan, tetapi juga cerita di balik nama Puncak Pantun dan kehidupan masyarakat di sekitarnya. Itu menjadi bagian penting dari identitas wisata tersebut,” ujarnya.
Selain cerita lokal, daya tarik utama Puncak Pantun terletak pada panorama alamnya, terutama pada pagi hari. Dari kawasan tersebut, pengunjung dapat menikmati matahari terbit yang muncul di balik kabut dengan hamparan lautan awan di bawahnya.
Meski akses menuju lokasi masih tergolong cukup sulit, kondisi lingkungan di sekitar Puncak Pantun hingga kini relatif terjaga. Aktivitas pertanian yang masih dilakukan masyarakat turut mempertahankan lanskap alami kawasan tersebut.
Rival mengatakan keterbatasan akses dan minimnya publikasi menjadi tantangan dalam memperkenalkan Puncak Pantun kepada masyarakat yang lebih luas.
Mahasiswa KKM Kelompok 02, STKIP Bina Mutiara Sukabumi Kampus Surade.
Karena itu, program publikasi sejarah wisata yang dilakukan mahasiswa KKM diharapkan menjadi langkah awal untuk kembali membangun perhatian terhadap potensi wisata Desa Cibodas.
“Harapannya, Puncak Pantun bisa kembali dikenal. Tidak hanya sebagai tempat untuk menikmati pemandangan, tetapi juga sebagai bagian dari identitas dan potensi wisata Desa Cibodas yang harus dijaga dan bisa dikembangkan,” jelasnya.
Ia menambahkan, pengembangan Puncak Pantun ke depan membutuhkan perhatian dan pengelolaan secara berkelanjutan. Hal tersebut mencakup peningkatan publikasi, aksesibilitas, hingga keterlibatan masyarakat setempat dalam pengelolaannya.
Bagi masyarakat Desa Cibodas, Puncak Pantun bukan sekadar lokasi untuk menikmati matahari terbit dan lautan awan. Kawasan ini juga menyimpan cerita lokal, aktivitas masyarakat, serta potensi wisata alam yang dapat dikembangkan dengan tetap mempertahankan karakter dan kelestarian lingkungannya.
Melalui program tersebut, mahasiswa KKM STKIP Bina Mutiara Sukabumi berharap Puncak Pantun kembali mendapat perhatian dan dikenal lebih luas sebagai salah satu potensi wisata alam di Kabupaten Sukabumi.
Pada saat yang sama, upaya tersebut diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk turut menjaga kelestarian kawasan, sehingga pengembangan wisata Puncak Pantun dapat memberikan manfaat tanpa menghilangkan karakter alam dan budaya lokal yang menjadi daya tarik utamanya.(adv)













