Karawang Jadi Lokasi Pabrik Alat Berat Elektrik Pertama di Indonesia, KDM Hadiri Groundbreaking

Sukabumiupdate.com
Kamis 23 Jul 2026, 16:08 WIB
Karawang Jadi Lokasi Pabrik Alat Berat Elektrik Pertama di Indonesia, KDM Hadiri Groundbreaking

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi saat menghadiri peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan pabrik alat berat elektrik di Karawang. (Sumber Foto: Humas Jabar)

SUKABUMIUPDATE.comGubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menghadiri peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan pabrik LiuGong Machinery Manufacturing Indonesia (LMMI) di Kawasan Industri Karawang Artha Industrial Hill (KAIH), Kabupaten Karawang, Selasa (22/7/2026). Pabrik tersebut menjadi fasilitas manufaktur alat berat bertenaga listrik pertama di Indonesia.

Pembangunan pabrik alat berat elektrik ini dinilai menjadi langkah strategis dalam memperkuat sektor industri, mendukung pembangunan infrastruktur, sekaligus membuka lapangan kerja baru di Jawa Barat.

Dalam sambutannya, Dedi Mulyadi atau yang akrab disapa KDM mengatakan keberadaan industri alat berat sangat penting untuk menunjang percepatan pembangunan infrastruktur, mulai dari jalan, saluran irigasi, gedung hingga berbagai fasilitas publik lainnya.

"Alat berat adalah kebutuhan mendasar dalam pembangunan infrastruktur. Jika diproduksi di dalam negeri, biayanya akan jauh lebih kompetitif dibandingkan dengan produk impor. Kami berharap regulasi dapat mendukung agar industri dapat mendistribusikan langsung kepada konsumen tanpa perantara yang panjang, sehingga harganya lebih terjangkau," ujar KDM.

Menurutnya, produksi alat berat di dalam negeri akan menekan biaya pembangunan sekaligus meningkatkan efisiensi pengelolaan keuangan negara, dunia usaha, dan berbagai sektor produksi lainnya.

KDM berharap regulasi yang ada dapat mendukung distribusi produk industri secara lebih efisien sehingga harga alat berat menjadi lebih terjangkau bagi konsumen.

Selain mendukung pembangunan, investasi tersebut diyakini akan memberikan dampak ekonomi jangka panjang bagi Jawa Barat. Kehadiran industri baru diproyeksikan mampu meningkatkan pendapatan daerah sekaligus menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar.

"Kami berharap investasi ini dapat mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat dan berkontribusi terhadap peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Jawa Barat," kata KDM.

Namun demikian, KDM menegaskan bahwa peningkatan kesejahteraan masyarakat tidak hanya bergantung pada tersedianya lapangan pekerjaan. Menurutnya, masyarakat juga harus memiliki semangat kewirausahaan agar mampu berkembang menjadi pelaku usaha.

"Peningkatan IPM akan berimplikasi langsung pada kesejahteraan warga yang bermuara pada perputaran roda ekonomi, karena masyarakat memiliki kepastian pendapatan. Namun dengan satu catatan penting, masyarakat juga harus dididik untuk memiliki jiwa kewirausahaan (entrepreneurship), sehingga mereka tidak hanya terserap sebagai karyawan, tetapi juga berkembang menjadi pengusaha," tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, KDM juga menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk menjaga iklim investasi yang kondusif melalui jaminan keamanan, kepastian hukum, serta penyediaan infrastruktur pendukung yang memadai.

Untuk mendukung kebutuhan industri, Pemprov Jabar akan menyiapkan sumber daya manusia (SDM) lokal yang kompeten melalui program pelatihan vokasi bagi siswa SMA dan SMK.

"Kami meminta seluruh jajaran Pemprov Jabar untuk segera mengidentifikasi siswa SMA atau SMK kelas 12, guna diberikan program pelatihan vokasi intensif selama enam hingga dua belas bulan. Tujuannya agar saat lulus nanti, mereka telah menjadi tenaga kerja terampil yang siap pakai," tuturnya.

Sebagai informasi, pembangunan pabrik LMMI di kawasan Indonesia Green Smart Industrial Park akan dilakukan dalam tiga tahap. Pada fase pertama, perusahaan akan membangun lini produksi ekskavator dan wheel loader elektrik dengan kapasitas hingga 5.000 unit per tahun.

Pabrik tersebut ditargetkan mulai beroperasi penuh pada tahun 2027 dan diharapkan menjadi salah satu pusat produksi alat berat ramah lingkungan terbesar di Indonesia. (adv)

Sumber: Humas Jabar

Berita Terkini