SUKABUMIUPDATE.com - Kampoong Ecopreneur menyalurkan 108 hewan kurban kepada para santri penghafal Alquran, warga sekitar, dan masyarakat yang membutuhkan di wilayah Dompu, Nusa Tenggara Barat dan di Desa Sadeng Kolot, Kecamatan Leuwisadeng, Kabupaten Bogor, Rabu (28/5/2026).
Hewan kurban yang terdiri dari 94 ekor kambing dan 2 ekor sapi itu merupakan amanah dari Jamaah Meaningful Ways, Jamaah MHJA (Mengasah Hati Bersama Jamil Azzaini), anggota Muhsinin Club, komunitas Ortuku Surgaku, serta para pendukung Kampoong Ecopreneur lainnya seperti Yayasan Dompet Dhuafa, komunitas muslim di Otoritas Jasa Keuangan dan di Sampoerna Foundation.
Hewan kurban yang terdiri dari 94 ekor kambing dan 2 ekor sapi itu merupakan amanah dari Jamaah Meaningful Ways, Jamaah MHJA (Mengasah Hati Bersama Jamil Azzaini), anggota Muhsinin Club, komunitas Ortuku Surgaku, serta para pendukung Kampoong Ecopreneur lainnya seperti Yayasan Dompet Dhuafa, komunitas muslim di Otoritas Jasa Keuangan dan di Sampoerna Foundation.
"Di sini alhamdulillah ada 108 hewan kurban, 94 ekor kambing dan 2 ekor sapi, yang dipotong. Ini adalah amanah dari Anda semuanya," ujar Jamil Azzaini, Pendiri Kampoong Ecopreneur dalam keterangan yang disampaikan kepada jamaah dan para pendukung program.
Baca Juga: Ingin Lahirkan Milyarder Baru, Muhsinin Club Dukung Kampoong Ecopreneur
Pemotongan dilaksanakan pada hari Tasyriq, sehari setelah Idul Adha 1447 H, bertepatan dengan Rabu, 28 Mei 2026, di tenda yang telah disiapkan oleh panitia Kampoong Ecopreneur.
“Yang membahagiakan bukan hanya jumlahnya, melainkan semangat yang ingin kami hidupkan di baliknya. Pembagian daging kurban kami lakukan menggunakan besek bambu berlapis daun pisang, tanpa plastik. Sebuah ikhtiar kecil untuk menunjukkan bahwa ibadah pun bisa dilakukan dengan lebih ramah lingkungan,” kata Jamil.
Dan di setiap besek itu, lanjut Jamil, Kampoong Ecopreneur titipkan juga pesan cinta untuk para penerima daging kurban. Karena kami percaya, kurban bukan hanya tentang membagi daging, tetapi juga tentang menebarkan kepedulian, kehangatan, dan kemuliaan hati.
Tersebar ke 25 Pesantren dan 15 RT
Daging kurban tersebut didistribusikan kepada 25 pesantren dan majelis pengajian Alquran di sekitar Desa Sadeng Kolot dan Kecamatan Leuwisadeng. Selain itu, sebanyak 800 bungkus paket daging dibagikan kepada warga yang tersebar di 15 RT di Desa Sadeng Kolot.
Ketua MUI Desa Sadeng Kolot sekaligus Pimpinan Majelis Ta'lim Qurrota A'yun, Ustadz Fadlur Ribat, menyampaikan apresiasinya atas distribusi kurban tersebut.
"Kami selaku Mudirul Ma'had Majelis Taklim Qurotaayun mengucapkan banyak-banyak terima kasih. Hari ini kami telah menerima daging kurban dari Kampoong Ecopreneur," kata Ustadz Fadlur Ribat.
Dia berharap Yayasan Kampoong Ecopreneur terus berkembang dan memberikan banyak manfaat bagi masyarakat.
Sambutan senada disampaikan oleh Ketua Majelis Ulama Indonesia Kecamatan Leuwisadeng, Kabupaten Bogor. KH. Dede Mahfudz, M.Ag. “Kami mengucapkan terima kasih, syukron, kepada Yayasan Kampoong Ecopreneur yang telah memberikan hewan kurban untuk warga dan pondok pesantren di sekitar Desa Sadengkolot dan Kecamatan Leuwisadeng. Mudah-mudahan dengan wasilah ini Kampoong Ecopreneur tambah bertambah-tambah barokah,” katanya.
Baca Juga: Kampoong Ecopreneur Bangun Masjid Eco Wakaf dan Tebar 1.000 Pohon Usai Banjir Sumatra
Kampoong Ecopreneur Terus Berkembang
Di samping kegiatan kurban, Kampoong Ecopreneur saat ini tengah menjalankan pembangunan asrama santri. Lokasi tersebut juga telah memiliki aula sementara dan masjid sementara yang aktif digunakan untuk berbagai kegiatan keagamaan dan pemberdayaan masyarakat.
Rencananya akan dibangun 4 (empat) asrama santri yang total bisa menampung 48 orang santri. Untuk pembangunan asrama santri dibutuhkan dana sekitar Rp 1,4 miliar. Jamil berharap dukungan dari masyarakat bisa membuat asrama itu terwujud sebelum September 2026.
"Insya Allah Kampoong Ecopreneur terus bertumbuh, dan insya Allah memang benar-benar menyuburkan serta mengalirkan kebaikan," ujar Jamil Azzaini.
Kampoong Ecopreneur adalah lembaga berbasis komunitas yang bergerak di bidang pendidikan, kewirausahaan, dan pemberdayaan masyarakat di Kabupaten Bogor. Kampoong Ecopreneur akan bergerak di tiga bidang utama yakni pertama, Kampoong Spiritual yang akan melahirkan santri-santi hafal Al Qur’an, peduli lingkungan, dan jadi entrepreneur. Selain itu juga ada kedua, Kampoong Hening yang bergerak di bidang kesehatan mental atau wellness berbasis alam, dan ketiga, Kampoong Niaga. (*)





