Tinjau Pembibitan Cabai di Waluran Green Farmer, Kadistan Sukabumi Dorong Petani Milenial Bentuk Koperasi

Sukabumiupdate.com
Selasa 10 Mar 2026, 22:48 WIB
Tinjau Pembibitan Cabai di Waluran Green Farmer, Kadistan Sukabumi Dorong Petani Milenial Bentuk Koperasi

Kadistan Kabupaten Sukabumi, Aep Majmudin, saat melakukan kunjungan kerja ke kelompok Petani Milenial Waluran Green Farmer (WGF). (Sumber Foto: Istimewa)

SUKABUMIUPDATE.com - Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi, Aep Majmudin, melakukan kunjungan kerja ke kelompok Petani Milenial Waluran Green Farmer (WGF) yang berada di Kampung Cikaret RT 02/05, Desa Mekarmukti, Kecamatan Waluran, Kabupaten Sukabumi, Selasa siang (10/3/2026).

Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung aktivitas pembibitan cabai yang dikembangkan oleh para petani muda di wilayah selatan Kabupaten Sukabumi.

Dalam kesempatan tersebut, Aep Majmudin mengapresiasi semangat para petani milenial yang tergabung dalam WGF. Menurutnya, keberadaan petani muda sangat penting untuk menjaga keberlanjutan sektor pertanian, khususnya dalam proses regenerasi petani.

“Kami berkesempatan berkunjung dan melihat langsung pembibitan cabai yang dikelola oleh petani milenial. Ini menunjukkan bahwa sektor pertanian tetap memiliki masa depan cerah jika dikelola oleh generasi muda,” ujar Aep kepada sukabumiupdate.com.

Baca Juga: 1 Tahun Asep Japar - Andreas: Produksi Pangan Lampaui Target, Distan Perkuat Posisi Lumbung Pangan

Aep juga menekankan pentingnya optimalisasi lahan yang selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal. Selain itu, pihaknya mendorong kelompok WGF untuk terus mengembangkan usaha budidaya cabai serta memperluas lahan produksi.

“Kami juga mendorong agar ke depan kelompok Waluran Green Farmer dapat membentuk koperasi agar pengelolaan usaha pertanian, termasuk permodalan dan pemasaran, dapat berjalan lebih kuat dan berkelanjutan,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Waluran, Eko Dwi Harianto, menjelaskan bahwa kelompok tani milenial WGF merupakan binaan BPP Waluran di bawah Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi.

“Kami mendampingi Pak Kadis untuk meninjau langsung kegiatan pembibitan cabai yang dilakukan oleh kelompok WGF. Mereka memiliki tiga rumah bibit dengan kapasitas cukup besar,” jelasnya.

Adapun fasilitas pembibitan yang dimiliki WGF meliputi rumah bibit seluas 10 x 12 meter, 12 x 12 meter, serta 8 x 6 meter. Dalam satu kali proses semai atau satu siklus produksi, kelompok ini mampu menghasilkan sekitar 500 ribu pohon bibit cabai siap tanam.

Selain meninjau pembibitan cabai, rangkaian kunjungan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi juga diisi dengan beberapa agenda lain. Di antaranya diskusi pengelolaan pasca panen padi bersama para pengusaha penggilingan padi se-Wilayah VI Jampangkulon.

Baca Juga: Petani Milenial Binaan Distan Sukabumi Masuk 5 Besar Petani Berprestasi Tingkat Jabar

Diskusi tersebut membahas strategi pemenuhan kebutuhan beras, termasuk untuk mendukung program Dapur MBG di Kabupaten Sukabumi, agar dapat dipenuhi dari hasil produksi beras daerah sendiri dengan mengedepankan kualitas dan ketersediaan sepanjang tahun.

Untuk mendukung hal tersebut, diperlukan sarana penunjang seperti gudang penyimpanan gabah serta alat pengolahan beras yang memadai agar menghasilkan beras berkualitas.

Dalam kesempatan yang sama, rombongan juga melakukan monitoring salah satu unit pengolahan beras milik H. Ruswandi di Kecamatan Waluran.

Kunjungan kemudian dilanjutkan ke Waluran Green Farmer sebagai salah satu klaster petani milenial yang bergerak di bidang hortikultura, khususnya komoditas cabai.

Sementara itu, Ketua WGF, Jaenal Abidin (32 tahun), menyampaikan terima kasih atas perhatian dan kunjungan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi beserta jajaran.

“Kami mengucapkan banyak terima kasih atas kunjungan Pak Kadis beserta rombongan dan Kepala BPP Waluran. Ini menjadi motivasi bagi kami para petani muda untuk terus berkembang,” ungkapnya.

Jaenal menjelaskan, saat ini WGF beranggotakan 40 lebih petani muda aktif dan turut membina sekitar 375 petani lainnya yang tersebar di wilayah VI Jampangkulon. Sejak awal berdiri, kelompok ini fokus pada budidaya cabai rawit serta produksi dan penjualan bibit cabai siap tanam.

Dengan adanya dukungan dari pemerintah daerah, para petani milenial diharapkan semakin percaya diri untuk membuktikan bahwa bertani tidak hanya menjanjikan secara ekonomi, tetapi juga menjadi profesi yang membanggakan bagi generasi muda. (adv)

Berita Terkini