Caleg Gerindra Diduga Terlibat Penipuan, Ketua Partai Tunggu Pembuktian

Caleg Gerindra Diduga Terlibat Penipuan, Ketua Partai Tunggu Pembuktian

SUKABUMIUPDATE.com - Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Sukabumi, Yudha Sukmagara angkat bicara terkait oknum caleg berinisial TS yang ditangkap polisi dalam kasus penipuan, Sabtu (13/4/2019). Yudha menyebut, partai akan memberikan sanksi tegas jika TS benar-benar terbukti bersalah. Sejauh ini, pihaknya masih mengumpulkan informasi dan menunggu hasil penyidikan dari kepolisian.

BACA JUGA: Diduga Penipuan, Caleg Gerindra Ditahan di Polres Sukabumi

“Soal kasus yang menyeret saudara TS tidak ada sangkut pautnya dengan partai. Kalau memang terbukti, itu urusannya pribadi. Dan kalau memang terbukti bersalah, partai tidak akan memberikan toleransi. Apabila sudah berkekuatan hukum tetap, sanksi partai pasti tegas,” kata Yudha.  

Diketahui, TS yang tercatat sebagai Caleg DPRD Dapil II Kabupaten Sukabumi ditangkap Polres Sukabumi, Jumat (12/4/2019) sore. Ia diduga terlibat penipuan kepada pengusaha JM sebesar Rp 630 juta untuk pembangunan Pasar Semi Modern Parungkuda, rentang waktu  Januari 2017 sampai dengan Agustus 2018. Akan tetapi, TS tidak membayar kepada korban meski pengerjaan proyek sudah rampung.

BACA JUGA: Keributan di DPC Partai Gerindra Kabupaten Sukabumi Berakhir Damai

Upaya perjanjian damai antar korban dengan tersangka sudah dilakukan. Tepatnya pada 18 Juni 2017 yakni TS akan membayar uang korban dengan 1 unit Ruko No 8 di area pasar itu. Kenyataannya, sekitar Januari 2018  ruko itu dijual kembali oleh tersangka kepada orang lain. Diduga untuk mengelabui korban, tersangka mengeluarkan dua lembar cek kosong.

Berita Terkini
Ilustrasi - Tulisan ini mengajak kita merenungkan ironi tentang sensitivitas terhadap yang masuk ke perut, tetapi sering abai terhadap yang masuk ke rekening. (Sumber : AI/Gemini).

Lebih Takut Daging Babi daripada Uang Korupsi?

Seorang office boy panik usai tak sengaja memakan daging babi. kisah itu, muncul refleksi tajam tentang korupsi, uang haram, dan mengapa manusia sering lebih takut pada makanan terlarang daripada harta yang diperoleh tidak halal.

07 Nov 2026, 17:18 WIB