Resep Kale Presto

Resep Kale Presto

SUKABUMIUPDATE.com - Daun kale atau boerenkool memiliki rasa yang kuat. Untuk menyeimbangkan rasanya, Anda dapat menambahkan kulit lemon atau air perasan lemon untuk presto, dicampur dengan kacang almon, bawang putih, keju parmesan, dan minyak zaitun. Kale presto ini warnanya tetap hijau daun dan dapat disimpan di lemari es.

Superfood yang mulai dicari orang ini mempunyai banyak manfaat untuk kesehatan ataupun kecantikan. Sayuran berwarna hijau tua ini mengandung vitamin E, K, A, C, dan D, serta asam folat, kalsium, garam, dan zat besi. Selain itu, kale merupakan sayuran dengan sedikit gula, lemak, protein, dan kalori.

Sementara selama ini olahan daun kale ditumis, dibikin keripik, ataupun diolah menjadi minuman sehat, seperti jus dan smoothie, Anda bisa mencoba resep kale presto dari laman Simplyrecipe berikut ini.

Bahan:
- 85 gram daun kale segar, cincang
- 60 gram kacang almond, panggang
- 40 gram keju parmesan, diparut
- 1 sendok teh lemon
- 3 siung bawang putih, cincang
- 120 mililiter minyak zaitun
- 1 sendok makan air perasan lemon
- 1/4 sendok teh garam
- 1/8 sendok teh lada hitam 

Cara membuat:
- Haluskan daun kale dan kacang almond dalam food processor atau blender.
- Tambahkan keju parmesan, lemon, bawang putih, haluskan kembali.
- Sambil mesin terus berputar, masukkan minyak zaitun perlahan-lahan.
- Tambahkan perasan air lemon, garam, merica, aduk rata. Angkat.
- Sajikan.

Hidangan presto kale lezat dipadukan dengan pasta, kentang, ataupun sandwich. Kale ini juga enak dipadukan dengan nasi atau sebagai topping pada ayam panggang, daging sapi, atau makanan laut.

 

Sumber: Tempo

Topik Terkait
Berita Terkini
Ilustrasi - Tulisan ini mengajak kita merenungkan ironi tentang sensitivitas terhadap yang masuk ke perut, tetapi sering abai terhadap yang masuk ke rekening. (Sumber : AI/Gemini).

Lebih Takut Daging Babi daripada Uang Korupsi?

Seorang office boy panik usai tak sengaja memakan daging babi. kisah itu, muncul refleksi tajam tentang korupsi, uang haram, dan mengapa manusia sering lebih takut pada makanan terlarang daripada harta yang diperoleh tidak halal.

07 Nov 2026, 17:18 WIB