Saking Kesengsem, Turis Arab Datang Puluhan Kali Ke Puncak

Saking Kesengsem, Turis Arab Datang Puluhan Kali Ke Puncak

SUKABUMIUPDATE.com - Saking kesengsem dengan berbagai obyek wisata di Bogor, ada keluarga Arab yang puluhan kali dalam setahun berkunjung ke daerah berhawa sejuk itu. Koordinator Humas dan Pemasaran Objek Wisata Junggleland, Anastacia Shandy, mengatakan ada sebuah keluarga yang khusus datang di Junggleland sebanyak 60 kali dalam setahun. “Hanya untuk naik permainan boom-boom car di sini,” kata dia, Rabu, 1/03.

Shandy mengatakan pada dasarnya wisatawan asal Arab Saudi terkenal menyenangi wisata di sekitar Kabupaten Bogor. Jadi diperkirakan, kedatangan Raja Arab Saudi Salman Bin Abdul Aziz Al Saud beserta rombongannya ke Indonesia bisa meningkatkan turis dari Timur Tengah itu. “Besar kemungkinan objek wisata wilayah ini mendapat tambahan jumlah pengunjung.”

Menurut Shandy, objek wisata permainan di alam terbuka amat disukai orang Arab. Apalagi hawanya juga sejuk. Kebanyakan mereka membawa keluarga. Nah, yang datang dengan keluarga ini merasa cocok dengan berbagai wahana yang ditawarkan di Junggleland dan tempat wisata alam.

Shandy menyampaikan dari target kunjungan pada tahun 2016, telah tercapai sebanyak 1 juta pelancong dalam dan luar negeri. Mereka berhasil meraup pendapatan Rp108 Miliar. Pda tahun 2017 ini, Junggleland mentargetkan dua kali lipat jumlah kunjungan tahun lalu.

Ia optimistis target itu tercapai, meskipun tahun ini diawali dengan cuaca ekstrem berkepanjangan. “Dalam tiga bulan ini jumlah kunjungan tidak menurun drastis.”

Sumber: Tempo

Topik Terkait
Berita Terkini
Ilustrasi - Tulisan ini mengajak kita merenungkan ironi tentang sensitivitas terhadap yang masuk ke perut, tetapi sering abai terhadap yang masuk ke rekening. (Sumber : AI/Gemini).

Lebih Takut Daging Babi daripada Uang Korupsi?

Seorang office boy panik usai tak sengaja memakan daging babi. kisah itu, muncul refleksi tajam tentang korupsi, uang haram, dan mengapa manusia sering lebih takut pada makanan terlarang daripada harta yang diperoleh tidak halal.

07 Nov 2026, 17:18 WIB