SUKABUMIUPDATE.com – Jawa Barat menjadi salah satu destinasi unggulan pariwisata ramah Muslim di Indonesia. Kekayaan alam, budaya, kuliner, serta dukungan fasilitas yang menunjang kebutuhan wisatawan Muslim menjadi modal penting bagi provinsi ini untuk mengembangkan sektor pariwisata yang inklusif dan nyaman.
Sebagai salah satu provinsi dengan populasi Muslim terbesar di Indonesia, Jawa Barat dinilai memiliki ekosistem yang mendukung pengembangan pariwisata ramah Muslim. Ketersediaan tempat ibadah, pilihan kuliner halal, hingga akses transportasi yang relatif mudah menjadi sejumlah faktor pendukung.
Komitmen tersebut juga diperkuat melalui kebijakan pengembangan pariwisata ramah Muslim yang tertuang dalam Peraturan Gubernur terkait ekonomi dan keuangan syariah (EKSYAR).
Salah satu langkah konkret pengembangan tersebut diwujudkan melalui program Smiling West Java – Muslim Friendly Tourism (SWJ-MFT) Award 2026.
Baca Juga: 7 Tanaman Herbal yang Membantu Menjaga Kesehatan Pernapasan
Dalam program tersebut, sejumlah destinasi, akomodasi, restoran, desa wisata, hingga pusat perbelanjaan berhasil masuk dalam lima peringkat terbaik berdasarkan hasil self assessment dan eviden yang disampaikan pada masing-masing kategori.
Bersama kota besar lainnya, Sukabumi juga menunjukkan potensi kuat dalam pengembangan pariwisata ramah Muslim. Dalam ajang SWJ-MFT Award 2026, Kota Sukabumi masuk dalam lima besar pada kategori Daya Tarik Wisata (DTW) Alam melalui Cikundul Sundara (Arung Jeram).
Sementara pada kategori DTW Warisan Budaya, Kota Sukabumi diwakili Sukuraga. Masuknya dua destinasi tersebut menjadi bagian dari lima besar menunjukkan bahwa potensi wisata Sukabumi tidak hanya terletak pada keindahan alam dan kekayaan budayanya, tetapi juga memiliki peluang untuk terus dikembangkan dengan layanan yang semakin ramah dan nyaman bagi wisatawan Muslim.
Berikut daftar peringkat terbaik pada masing-masing kategori:
Kategori DTW Alam
- Kabupaten Bogor: Batoo Farm Adventure dan Cibalung Happy Land
- Kabupaten Cianjur: Curug Cikondang
- Kota Cirebon: Wisata Bahari Kejawanan
- Kota Sukabumi: Cikundul Sundara (Arung Jeram)
Kategori DTW Warisan Budaya
- Kabupaten Kuningan: Museum Linggarjati
- Kota Bandung: Museum Geologi dan Masjid Cipaganti
- Kota Bogor: Museum Kepresidenan RI Balai Kirti
- Kota Sukabumi: Sukuraga
Kategori Hotel
- Kabupaten Cirebon: Patra Cirebon Hotel & Convention
- Kabupaten Kuningan: Hotel Santika Premiere Linggarjati – Kuningan
- Kabupaten Purwakarta: Prime Plaza Hotel Purwakarta
- Kota Bandung: Grand Tjokro Premiere Bandung dan Horison Ultima Bandung
Kategori Restoran
- Kabupaten Bandung Barat: Sindang Reret Cikole Lembang
- Kabupaten Bogor: Bumi Aki Cibinong dan Empang Mang Hade
- Kabupaten Cianjur: Bumi Aki Puncak
- Kota Bogor: Bumi Aki Boga Bogor
Kategori DTW Buatan
- Kabupaten Bandung Barat: Kamanja Adventure Land
- Kabupaten Bogor: Minimana-Taman Miniatur Dunia dan Dairyland Farm Theme Park
- Kabupaten Kuningan: Jagara Berkah
- Kota Bandung: Kiara Artha Park
Kategori Desa Wisata
- Kabupaten Garut: Desa Wisata Kurung Manuk Mekarsari
- Kabupaten Kuningan: BUMDES Arya Kamuning, Desa Wisata Jagara, dan BUMDES Teja Pundi Kencana Cibuntu
- Kota Bandung: Desa Wisata Binong Jati
Kategori Pusat Perbelanjaan (Mall)
- Kabupaten Bogor: AEON Mall Sentul City, Cibinong City Mall, dan Living World Kota Wisata
- Kabupaten Karawang: Summarecon Villaggio Outlets
- Kota Bandung: Trans Studio Mall
Sementara itu dalam daftar lima besar Kabupaten/Kota dihasilkan evaluasi terhadap pemenuhan berbagai indikator serta bukti pendukung yang disampaikan para peserta. Berikut urutannya 5 terbaik berdasarkan Self Assessment dan Eviden:
Kategori Kabupaten/Kota
- Kabupaten Bogor
- Kabupaten Majalengka
- Kota Bandung
- Kota Bogor
- Kota Tasikmalaya
Semua proses penilaian dilakukan melalui tahapan pengolahan data, verifikasi, dan kurasi oleh Tim Enhaii Halal Tourism Center (EHTC) Politeknik Pariwisata NHI Bandung. Tahapan tersebut dilakukan untuk memastikan proses seleksi berlangsung secara objektif dan kredibel.
Program pemeringkatan tersebut menjadi salah satu upaya Jawa Barat untuk meningkatkan posisi dalam Indeks Pariwisata Muslim Global (IMTI).
Strategi yang didorong tidak hanya berkaitan dengan penyediaan fasilitas dasar, tetapi juga pengembangan layanan tambahan (extended services) yang disesuaikan dengan kebutuhan dan kenyamanan wisatawan Muslim.
Selain mendorong peningkatan kualitas layanan, program ini juga menjadi bentuk apresiasi terhadap pemerintah kabupaten/kota serta para pelaku usaha pariwisata yang konsisten menerapkan prinsip pariwisata ramah Muslim.
Melalui pengembangan tersebut, Jawa Barat diharapkan mampu menghadirkan destinasi wisata yang semakin inklusif, nyaman, berkualitas, dan berdaya saing, sekaligus memperkuat posisi Jawa Barat sebagai salah satu tujuan utama wisata ramah Muslim di Indonesia.
Sumber: Disparbud Jabar













