Borong 3 Penghargaan, Event hingga Promosi Pariwisata Kabupaten Sukabumi Diapresiasi Jabar

Sukabumiupdate.com
Rabu 28 Jan 2026, 22:06 WIB
Borong 3 Penghargaan, Event hingga Promosi Pariwisata Kabupaten Sukabumi Diapresiasi Jabar

Kadispar Kabupaten Sukabumi Ali Iskandar saat menerima sertifikat penghargaan dari Disparbud Jabar terkait pengelolaan TikTok untuk pemasaran pariwisata daerah. (Sumber Foto: Istimewa)

SUKABUMIUPDATE.com – Kabupaten Sukabumi memborong tiga penghargaan sekaligus dalam acara Launching Calendar of Events (CoE) West Java 2026 yang digelar Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jawa Barat di Bandung, Selasa (27/1/2026).

Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas prestasi Kabupaten Sukabumi yang berperan aktif dalam memasarkan potensi wisata daerah, baik melalui penyelenggaraan event pariwisata maupun optimalisasi promosi digital sepanjang 2025.

Kabupaten Sukabumi berhasil meraih predikat Penyelenggara Event Terbaik melalui perhelatan Hari Nelayan Palabuhanratu, serta Desa Wisata Terbaik yang diraih Desa Wisata Hanjeuli, Kecamatan Waluran.

Tak hanya itu, kinerja promosi digital Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Sukabumi juga mendapat pengakuan dengan menempati peringkat ketiga se-Jawa Barat dalam Pengelolaan Media Sosial TikTok, berdasarkan penilaian pola FAUR (Followers, Activity, Usage, Responsiveness).

Kepala Dispar Kabupaten Sukabumi, Ali Iskandar, menyebut pencapaian tersebut menjadi bukti bahwa pengelolaan pariwisata berbasis event dan promosi kreatif mampu memberikan dampak nyata.

“Pariwisata itu hidup karena event. Event harus dikelola dengan baik dan ditampilkan secara maksimal, karena itulah yang menarik orang untuk datang ke objek wisata,” ujar Ali kepada sukabumiupdate.com, Rabu (28/1/2026).

Baca Juga: Perkuat Data, Dispar dan BPS Konsolidasikan Indikator Pariwisata Kabupaten Sukabumi

Menurut Ali, keberhasilan ini tidak terlepas dari kolaborasi antara pemerintah daerah, pelaku industri pariwisata, komunitas kreatif, hingga pihak swasta. Ia menegaskan, penyelenggaraan event tidak harus sepenuhnya dibebankan kepada pemerintah daerah.

“Di tengah fokus pemda pada pembangunan sarana, pemulihan pascabencana, serta dukungan terhadap agenda pendidikan dan program strategis provinsi maupun nasional, maka kolaborasi menjadi kunci. Sinergi dengan pelaku pariwisata, perbankan, vendor, dan event organizer sangat dibutuhkan,” jelasnya.

Ali menambahkan, event-event pariwisata di Kabupaten Sukabumi dikurasi berdasarkan skala dan dampaknya, mulai dari tingkat lokal, kecamatan, kabupaten, hingga yang diakuisisi menjadi agenda provinsi dan nasional.

“Untuk itulah tahun 2025 lalu kita menyusun  Calendar of Event Kabupaten Sukabumi. Sebagiannya diusulkan ke tingkat provinsi dan nasional, dan alhamdulillah beberapa di antaranya seperti Hari Nelayan, Seren Taun Gelar Alam, hingga lomba surfing di Cimaja berhasil masuk agenda yang lebih luas,” tuturnya.

Ia menegaskan, keberadaan event pariwisata memiliki dampak langsung terhadap pergerakan ekonomi masyarakat. Dengan meningkatnya kunjungan, terjadi perputaran uang yang mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, membuka lapangan usaha, dan meningkatkan pendapatan warga.

Sementara itu, capaian dalam pengelolaan media sosial menjadi indikator penting promosi pariwisata digital. Ali menjelaskan, platform yang menjadi fokus utama sesuai arahan provinsi adalah Instagram dan TikTok, meski pihaknya juga mengelola Facebook dan YouTube.

“Penilaian FAUR mencakup jumlah pengikut, konsistensi aktivitas konten, penggunaan fitur platform, hingga respons terhadap interaksi dan aspirasi warganet,” jelasnya.

Hasilnya, Kabupaten Sukabumi berada di level menengah untuk pengelolaan Instagram dari 27 kabupaten/kota se-Jawa Barat, serta menempati peringkat ketiga untuk platform TikTok.

“Alhamdulillah, untuk TikTok kita berada di peringkat ketiga. Bahkan di beberapa kategori sempat berada di peringkat pertama, meski secara akumulasi di posisi tiga besar,” pungkas Ali.

Capaian tersebut diharapkan menjadi momentum untuk terus menghadirkan pariwisata Kabupaten Sukabumi yang berkualitas, kolaboratif, dan berkelanjutan, serta memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat. (*)

Berita Terkait
Berita Terkini