SUKABUMIUPDATE.com - Kondisi korban kecelakaan lalu lintas di Jalan Nasional Sukabumi-Bogor, tepatnya di Kampung Ciutara RT 16/07, Desa Pondokkaso Landeuh, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, pada Senin, 26 Januari 2026 malam, Dendi Apriyadi (42 tahun), hingga kini masih koma setelah menjalani operasi kepala. Kondisi tersebut membuat keluarga korban terpukul.
Sepupu korban, Andi Tobing (46 tahun), mengungkapkan seluruh keluarga masih dalam keadaan syok menghadapi musibah tersebut. Pasalnya, korban merupakan tulang punggung utama keluarga.
“Semua pada shock. Karena korban itu tulang punggung keluarga,” ujar Andi kepada sukabumiupdate.com, Selasa (27/1/2026) malam.
Baca Juga: Insentif 20 Kader Posyandu di Sukabumi Akhirnya Cair usai Dibayar Pakai Dana Talangan Desa
Terkait pekerjaan, Andi menyebut korban sehari-hari bekerja sebagai mekanik motor, namun tidak terikat pada bengkel tertentu. Korban bekerja secara serabutan sebagai mekanik panggilan tanpa penghasilan tetap.
“Kerjanya mekanik motor, serabutan, buruh panggilan. Tidak punya gaji bulanan,” jelasnya.
Ia menjelaskan, Dendi memiliki empat orang anak yang masih membutuhkan biaya hidup dan pendidikan. Anak tertua korban saat ini duduk di bangku kelas 3 SMA, anak kedua kelas 2 SMP, anak ketiga masih SD, sementara anak bungsunya masih berusia 2,5 tahun.
Baca Juga: Update 4 Korban Keracunan MBG di Simpenan, Puskesmas Lakukan Penyelidikan Epidemiologi
Andi menuturkan, korban masih membutuhkan penanganan medis lanjutan. Untuk tindakan berikutnya, keluarga masih menunggu keputusan dari pihak istri korban hingga beberapa hari ke depan.
“Dari pihak kepolisian ada pendampingan. Dari keluarga juga ada, istrinya mendampingi,” katanya.
Andi mengatakan, harapan keluarga saat ini sederhana, yakni korban masih dapat disembuhkan meskipun nantinya tidak kembali seperti kondisi semula.
Baca Juga: Operasi Modifikasi Cuaca Disebut Solusi Palsu Atasi Banjir? Ini Penjelasan BMKG
“Harapannya kalau masih bisa disembuhkan ya bisa sembuh lagi, walaupun tidak begitu normal,” ucapnya.
Andi menuturkan, sebelum kecelakaan terjadi, korban sempat memperbaiki sepeda motor miliknya. Korban datang ke rumah Andi sekitar pukul 11.00 WIB untuk melakukan servis motor Yamaha Lexi dan baru menyelesaikan pekerjaannya sekitar pukul 18.00 WIB.
Setelah memastikan motor dalam kondisi baik, korban kemudian berpamitan pulang. Korban tinggal di Bogor.
Baca Juga: Diduga Kabur Gas, Mobil Toyota Rush Tabrak Pemotor di Jalan Siliwangi Sukabumi
“Memang niatnya mau memperbaiki motor saya. Datang jam 11 siang, selesai sampai jam 6 sore. Motornya sudah beres,” ujar Andi.
Namun, sekitar pukul 20.30 WIB, Andi menerima kabar telah terjadi kecelakaan lalu lintas. Ia pun langsung menuju lokasi kejadian setelah mengetahui salah satu korban adalah Dendi. “Nggak lama setelah pulang, sekitar jam setengah sembilan malam, langsung ada berita laka. Saya langsung ke TKP,” pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, kecelakaan lalu lintas tersebut terekam kamera CCTV yang terpasang di sekitar lokasi kejadian. Berdasarkan rekaman berdurasi 1 menit 25 detik, peristiwa itu terjadi Senin, 26 Januari 2026, sekitar pukul 20.51 WIB.
Baca Juga: Motor Berpenumpang Lansia Diserempet di Sukaraja Sukabumi, Pelaku Kabur
Dalam rekaman terlihat sebuah mobil box melaju dari arah jalan nasional dan hendak berbelok ke kanan menuju jalan alternatif, sehingga memperlambat laju kendaraannya. Tepat di belakang mobil box tersebut melaju dua sepeda motor, salah satunya dikendarai korban.
Tak lama kemudian, sebuah kendaraan pikap (pick up) melaju dari arah belakang dan menabrak sepeda motor korban. Setelah menabrak korban, kendaraan pick up berkelir putih tersebut terus melaju hingga akhirnya menabrak mobil box yang hendak berbelok ke jalan alternatif.


