SUKABUMIUPDATE.COM - Sedikitnya 3000 penonton hadir datang dari berbagai daerah untuk menyaksikan gelaran Final Open Tournament Bola Voli yang pertama kali digelar oleh DPD KNPI Kabupaten Sukabumi, di Lapang Bola Voli, Desa Sukatani, Kecamatan Parakansalak.
“Wah, seru banget! Penonton ngajubleg timana-mana, sampai susah parkir. Penonton banyak, utamana mah dari Cicurug,†ungkap Ogir Sudarman, penggemar bola voli asal Desa Sukatani, Kecamatan Parakansalak, memberi kesan saat menyaksikan laga final turnamen bola voli tersebut, Minggu (25/12) sore.
Ogir menuturkan, 14 tim turut serta dalam turnamen ini, beberapa di antaranya membawa pemain yang namanya sudah besar dan dikenal dalam olahraga bola voli di tanah air.
“Sebagian tim membawa pemain-pemain dari Porkab, Porda Jawa Barat, dan pemain nasional, dan Pro Liga, seperti Sigit Purnomo, Danimaja, Diki Arif Rahman, Ramli Gebot, Dani Petir, dan Angga," terang Ogir.
Terjadi All Final, Klub Kusuma Abadi dalam Open Tournament Bola Voli KNPI CUP 2016, kali ini. Di mana kedua klub asal Desa Sukatani, Kusuma Abadi A dan Kusuma Abadi B harus berhadapan dalam final sore tadi, setelah berhasil menyingkirkan 12 Klub lainnya.
“Bukan karena mereka tuan rumah, tapi permainannya bagus-bagus,†terang Sulaeman Hasan (28) penonton asal Desa Kompa, Parungkuda, menceritakan laga final yang juga disaksikan Wakil Bupati Sukabumi Adjo Sardjono itu.
Setelah tampil apik dan menghibur dengan berbagai teknik permainan, Kusuma Abadi B akhirnya menjadi Juara I, serta berhak mendapatkan thropy bergilir, tetap, dan uang pembinaan sebesar Rp3 juta.
Sementara Juara II, Kusuma Abadi A mendapatkan thropy tetap dan uang pembinaan Rp2 juta. Sedangkan Pemain terbaik dan terpavorit penonton, disandang oleh Dani Gebot yang diganjar thropy dan uang sebesar Rp1 juta.
“Tim terbaik sebenarnya Kusuma Abadi B dan RBC. Tapi mereka bertemu di penyisihan group. Kemarin sudah bertanding, skor baru 2:1 waktu sudah magrib, akhirnya ditunda dan main tadi pagi mulai dari awal,†tambah Ogir.
Namun karena kondisi lapangan diguyur hujan, menjadikan lapangan menjadi sangat licin. Akibatnya RBC Cikareo memilih menghentikan permainan.
“Baru set pertama RBC mengundurkan diri, karena ada beberapa pemain nasional untuk SEA Games, takut cedera. Sebenarnya penonton mengidolakan RBC. Kecewa juga, karena cuaca yang tidak mendukung, alasan mereka bisa dimaklumi,†pungkasnya.
