Pedagang Bedug Bojongkokosan Kabupaten Sukabumi Berharap Berkah Ramadhan

Pedagang Bedug Bojongkokosan Kabupaten Sukabumi Berharap Berkah Ramadhan

SUKABUMIUPDATE.com - Bukan hanya pedagang pakaian, makanan, dan sepatu saja yang memanfaatkan pinggir jalan untuk mencari nafkah. Pedagang bedug musiman pun tak mau ketinggalan.

BACA JUGA: Lebaran, Pembuat Keranjang Parcel di Citamiang Kota Sukabumi Banjir Pembeli

Salah seorang pedagang musiman yang khusus menjual bedug dan kulit sapi serta kambing dan domba, Saepul (36) mengaku, terpaksa berjualan di pinggir jalan. “Alhamdulillah, sudah laku delapan lembar kulit. Empat kulit kambing, dan empat lembar kulit sapi,” ujarnya kepada sukabumiupdate.com, Rabu (21/6).

BACA JUGA: Pemasaran Kerei Cibodas Kabupaten Sukabumi Tembus Jabodetabek

Ia mengatakan, harga kulit yang ia jual, relatif murah. Untuk kulit kambing per lembar, ia jual sebesar Rp250 ribu. Sedangkan kulit sapi per lembar Rp500 ribu, dan kulit kerbau Rp650 ribu. “Kulit kerbau itu kuat. Bisa sampai 10 tahun. Kalau kulit sapi dan kambing, paling kekuatannya lima tahun,” terangnya.

BACA JUGA: Banjir Pembeli, Pedagang Peci di Palabuhanratu Kabupaten Sukabumi

Sedangkan harga bedug jadi, kata dia, antara Rp1,5 juta hingga Rp2 juta. “Namun sangat jarang konsumen membeli bedug jadi. Saya berharap, dagangan saya bisa habis di bulan ramadhan ini,” katanya.

Berita Terkini
Ilustrasi - Tulisan ini mengajak kita merenungkan ironi tentang sensitivitas terhadap yang masuk ke perut, tetapi sering abai terhadap yang masuk ke rekening. (Sumber : AI/Gemini).

Lebih Takut Daging Babi daripada Uang Korupsi?

Seorang office boy panik usai tak sengaja memakan daging babi. kisah itu, muncul refleksi tajam tentang korupsi, uang haram, dan mengapa manusia sering lebih takut pada makanan terlarang daripada harta yang diperoleh tidak halal.

07 Nov 2026, 17:18 WIB