Polisi Membuat Lintasan Darurat untuk Warga Bantarkalong Kecamatan Warungkiara

Senin 28 Nov 2016, 11:04 WIB
Polisi Membuat Lintasan Darurat untuk Warga Bantarkalong Kecamatan Warungkiara

SUKABUMIUPDATE.COM - Pasca ambruknya Jembatan gantung penghubung di Kampung Bojonghaur, Desa Bantarkalong, Kecamatan Warungkiara, Kabupaten Sukabumi pada Minggu, (27/11), jajaran Kepolisian Resor (Polres) Sukabumi membuat lintasan darurat dengan menggunakan tali untuk membatu warga menyebrang Sungai Panaruban.

Akibat putusnya jembatan tersebut, banyak warga yang nekat menyebrang sungai dan dikhawatirkan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti terbawa arus atau hanyut. Jembatan ini merupakan akses utama warga yang jumlahnya sebanyak 400 jiwa dari 120 kepala keluarga (KK).

"Perlintasan yang terbuat dari tali ini kami buat yang berkoordinasi dengan unsur Muspika Warungkiara dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi," kata Kapolres Sukabumi AKBP M Ngajib kepada sukabumiupdate.com. Senin (28/11).

Menurutnya, di perlintasan tersebut sudah disiagakan beberapa anggota Kepolisian Sektor (Polsek) Warungkiara untuk membantu warga yang ingin menyebrang khususnya anak sekolah. Perlintasan ini dibuat untuk membantu warga sambil menunggu dibangunnya kembali jembatan tersebut.

"Kami khawatir warga nekat menyebrang untuk melakukan aktivitasnya baik sekolah, bekerja maupun berladang yang bisa saja air sungai tiba-tiba meluap dan menghanyutkan warga yang tengah berusaha menyebrangi Sungai Panaruban yang dikenal memiliki arus deras," tambahnya.

Ngajib mengimbau kepada masyarakat untuk tidak melewati jembatan tersebut karena berbahaya, terutama bila turun hujan deras dan air sungai meluap. Namun, pascaambruknya jembatan tersebut pihaknya belum menerima laporan ada korban jiwa, sehingga perlu diantisipasi bersama-sama agar tidak terjadi.

Warga yang ingin menyebrang sungai, bisa meminta bantuan kepada anggota Polsek Warungkiara yang sudah disiagakan di lokasi.

Editor :
Berita Terkini