SUKABUMIUPDATE.COM -Â Pilkada Kota Sukabumi memang akan berlangsung tahun 2018, namun manuver politik sudah harus dilakukan sejak dini. Setidaknya inilah kalimat politiki dari Ketua DPD PAN Kota Sukabumi, Faisal Anwar saat menggelar pertemuan informal dengan dua tokoh politik dari PPP dan PKS Kota Sukabumi, di ruang tamu DPRD Kota Sukabumi, Selasa (10/9).
“Namanya nanti koalisi tiga kursi, karena PAN, PKS dan PPP sama sama memiliki 3 kursi di DPRD. Ditotal jadi 9 kursi, lebih dari cukup untuk mengusung pasangan calon pada Pilkada Kota Sukabumi, 2018 mendatang,†tegas Faisal Bagindo kepada sukabumiupdate.com.
Faisal, Ahmad Fahmi Wakil Walikota Sukabumi dari PKS, dan Ketua DPC PPP Kota Sukabumi Yanti Indri sepakat jika pembicaraan mengenai pilkada harus dimulai dari sekarang. Menurut Faisal pertemuan ini sebagai langkah awal untuk menjajaki kemungkinan ketiga partai ini berkoalisi lebih dulu sebelum membicarakan siapa figur yang layak menang dalam Pilkada Kota Sukabumi.
Menyusul kemudian, Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Partai Golongan Karya (Golkar) Kota Sukabumi Jona Arizona mulai memanaskan mesin partai menghadapi 2018 dan 2019.
“Di 2018 kita harus merebut kursi di pemerintah dalam pemilihan kepada daerah Kota Sukabumi, sementara di 2019 ada pemilihan legislatif dan presiden, di mana Partai Golkar harus mempertahankan sebagai partai pemenang Pemilu,†jelas Jona kepada sejumlah jurnalis usai membuka Musyawarah Pengurus Kecamatan Warudoyong, Sabtu (26/11).
Lebih jauh Jona mengatakan, akan ada tiga survey di waktu yang berbeda. "Mekanisme kita terbuka kok, Partai Golkar mengintruksikan mencari figur terbaik untuk daerahnya baik dari internal maupun ekstrernal,†jelas Zona.










