SUKABUMIUPDATE.COM - Geliat kebangkitan budaya lokal semakin kental terasa, khususnya di Kota Sukabumi. Beberapa parameternya adalah semakin banyak helaran budaya, pagelaran seni tradisi hingga pertumbuhan komunitas komunitas kesundaan.
Salah satu tempat berkumpulnya para pecinta budaya Sunda di Kota Sukabumi, berada di sebuah toko pakaian Sunda yang terletak di Jalan alun alun Utara, di samping Wisma PGRI, Kelurahan Gunungparang, Kecamatan Cikole.
Di toko milik Firman Nurmansyah (38) ini, para pecinta budaya dan seniman Sunda Kota Sukabumi kerap berkumpul, main karinding atau alat musik Sunda lainnya, atau sekadar berdiskusi santai tentang budaya sambil menikmati kopi.
Dari sekian banyak obrolan tema diskusi ditempat ini, ada satu yang tampaknya cukup diseriusi oleh kalangan ini. Komunitas pegiatan budaya Sunda ini, bermimpi bisa menggelar upacara ada seren taun di Kota Sukabumi.
Seren Taun atau serah tahun, merupakan perayaan puncak masyarakat adat Sunda, sebagai ungkapan rasa syukur dan terimakasih kepada yang kuasa atas hasil panen dan segala bentuk kebaikan alam. Upacara ini masih lestari di beberapa kasepuhan adat di Jawa Barat dan masayrakat Baduy di Provinsi Banten.
"Kenapa tidak, jika Kota Sukabumi pun menggelar acara seren taun," ucap Firman mengawali perbincangan dengan sukabumiupdate.com, Sabtu (26/11).
Tentunya seren taun yang digelar di kota akan berbeda dengan seren taun milik masyarakat adat, namun esensinya akan tetap dijaga. Lebih lanjut Firman menjelaskan, seren taun yang dimaksud merupakan ekspresi kecintaan masyarakat Sunda Kota Sukabumi dalam menjaga dan melestarikan seni budaya.
Semangatnya menghadirkan kembali kehidupan masyarakat tradisional Sunda ke tengah warga Kota Sukabumi. “Satu atau dua hari menghadirkan kehidupan masyarakat Sunda tradisional, lengkap dengan kesenian asli yang sudah mulai dilupakan,†jelasnya.
Menurut Firman wacana ini juga sudah didiskusikan dengan para tokoh masyarakat Sunda, juga dengan para seniman, budayawan yang masih aktif di Kota Sukabumi, termasuk sejumlah pejabat Kota Sukabumi. “Tapi impian ini sulit terwujud tanpa dukungan semua pihak. Target kami paling lambat dua tahun bisa diwujudkan," pungkasnya.










