Pabrik Teh Kadupugur Terbakar, Ini Penyebab Enam Jam Api Sulit Dipadamkan

Rabu 23 Nov 2016, 04:21 WIB
Pabrik Teh Kadupugur Terbakar, Ini Penyebab Enam Jam Api Sulit Dipadamkan

SUKABUMIUPDATE.COM - Hingga Rabu (23/11) sekitar pukul 08.00 WIB pagi, api masih menyala di pabrik pengelolahan daun teh milik PT Tri Bintang Inter Global di pinggir jalan Raya Sukabumi-Bogor, Kampung Kadupugur, Desa Cijalingan, Kecamatan Cicantayan, Kabupaten Sukabumi.

Kebakaran diduga akibat konsleting listrik mulai diketahui pukul 03.00 WIB, artinya sudah 6 jam lebih belasan petugas pemadam kebakaran (Damkar) berjibaku memadamkan api.

Asap putih masih terlihat menyelimuti pabrik milik Ling Ling Gunardi yang hingga kini masih belum bisa dimintai keterangan, terkait kerugian akibat kebakaran ini. Salah satu penyebab sulitnya menjinakkan api menurut petugas Damkar karena banyaknya bahan yang mudah terbakar.

Seperti ratusan karung teh kering, alat produksi pembuatan teh ini, termasuk kayu-kayu kering untuk proses pengeringan teh. Karena yang terbakar daun teh kering, perlu kesabaran untuk memadamkannya, harus bertahap karena api masih berada di bawah tumpukan teh.

“Sebagian besar bahan bangunan pabrik ini terbuat dari kayu, jadi api memang cepat membakar dan sulit dijinakkan. Selain memadamkan api, fokus petugas agar api tidak menjalar ke mana-mana, khususnya bangunan lainnya,” jelas Kepala Kantor Damkar kabupaten Sukabumi Fuji Widodo, kepada sukabumiupdate.com, Rabu (23/10).

Fuji menambahkan bahwa ruang penyimpanan teh diduga pertama kali terbakar, dan baru diketahui saat api sudah membesar sekitar pukul 03.00 WIB oleh karyawan. “Pabrik ini minim alat proteksi kebakaran, sehingga karyawannya tidak akan membiarkan api menjalar saat kejadian awal. Saat petugas Damkar datang, api sudah menjalar kemana mana,” lanjutnya.

Enam unit mobil Damkar dari sejumlah pos di wilayah Utara Kabupaten Sukabumi diterjunkan untuk mengendalikan api. Sejumlah saksi mata menyebutkan api memang berasal dari gudang di bagian bawah, sehingga cepat menjalar ke ruangan bagian atas.

“Penyebabnya masih diselidiki oleh petugas kepolisian, kita bantu pemadaman. Saksi mata karyawan banyak yang menyebut akibat arus pendek listrik,” pungkasnya. 

Editor :
Berita Terkini