SUKABUMIUPDATE.COM - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Sukabumi Tatan Kustandi yang saat ini tengah menjalankan ibadah umroh ke tanah suci, harus repot mengklarifikasi isu sirkus lumba-lumba yang makin liar dan menyeret namanya.
“Saya tidak mengeluarkan rekomendasi apapun terkait sirkus lumba-lumba. Ada yang membajak tandatangan saya untuk surat rekomendasi palsu mencatut lembaga dewan,†jelas Tatan Kustandi kepada sukabumiupdate.com, melalui hubungan telepon, Selasa (22/11).
Tatan menjelaskan sebelum berangkat ke tanah suci pada 12 November 2016 silam, ia juga tidak pernah menerima surat dari Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila yang meminta rekomendasi dewan untuk kegiatan di Lapangan Merdeka, termasuk sirkus lumba-lumba.
“Kami selalu membicarakan keputusan yang akan dibuat lembaga, karena kolektif kolegial. Coba tanya sama anggota dewan lainnya, pernah tidak, diajak Tatan membahas sirkus lumba-lumba,†jelasnya lebih jauh.
Tatan menegaskan ia sudah mengklarifikasi hal tersebut langsung ke pemerintah kota (Pemkot), setelah isu ini semakin liar dan menyeret DPRD Kota Sukabumi. “Intinya saya menyangkan isu ini “dimainkan†seakan sirkus lumba-lumba itu cukup dengan rekomendasi. Aturannya harus izin dari (Pemkot) titik. Jangan lempar batu sembunyi tangan dong,†pungkasnya.
Diberitakan sukabumiupdate.com sebelumnya, pro kontra sirkus lumba lumba di Kota Sukabumi di linimasa makin seru. Selasa (22/11) siang, beredar surat rekomendasi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Sukabumi kepada MPC Pemuda Pancasila Kota Sukabumi yang disebut-sebut terkait rencana menggelar beragam acara hiburan di Lapangan Merdeka, termasuk sirkus lumba-lumba.
Surat ini di-share oleh akun facebook pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Amanat Nasional (PAN) Kota Sukabumi Tendy Lukmanul Hakim. “Menyangkut SIRKUS LUMBA-LUMBA di area GOR MERDEKA Kota Sukabumi, ternyata ada Rekomendasi spt ini,†tulis Tendy menyertai tag foto surat rekomendasi tersebut yang disandingkan dengan ikon "Stop Eksploitasi Lumba-lumba.
Tendy menyangsikan keabsahan surat yang ditandangani oleh Tatan Kustandi. “Sptnya tidak ada yang janggal, tetapi apabila diperhatikan ada bbrp hal janggal seputar Rekomendasi ini,†tulisnya.










